Dengan mengendarai kendaraan khusus untuk medan yang berat mereka bergerak menuju desa yang belum terjangkau bantuan. Desa Mendik satu diantara desa yang didatangi, dengan menempuh perjalanan sekurangnya 2 jam akhirnya IDI Paser tiba di desa tersebut.
Ketua IDI Paser dr Ahmad Hadiwijaya menyampaikan mereka menggandeng komunitas offroad memilih jalan alternatif yang tidak normal untuk mencapai desa terisolir.
"Kami di wilayah Desa Mendik, Desa Munggu dan Desa Muara Pias untuk menyerahkan bantuan. Kami berputar melewati Desa Putang, karena memang akses jalan utama terputus," ucap dr Ahmad kepada Korankaltim.com Jumat (8/10/2021) hari ini.
Selain memberikan bantuan sembako dan peralatan lainnya, IDI Paser juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga. Namun pelayanan kesehatan belum bisa dilakukan secara maksimal mengingat warga masih terkonsentrasi pada evakuasi barang masing-masing.
"Pengobatan belum dilakukan maksimal karena masyarakat masih konsentrasi mengurus barang masing-masing dan sibuk di dapur umum. Kami sempat melakukan pemeriksaan di Desa Munggu karena ada warga yang sakit selama banjir ini," imbuhnya.
IDI Paser juga akan kembali melakukan pengobatan pasca banjir. "Kami akan kembali untuk melakukan pengobatan pasca banjir, sebagai upaya evaluasi dan penelitian penyakit-penyakit yang diakibatkan selama terjadi banjir," tutup dr Ahmad.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur