"Dengan melakukan perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Paser juga akan mempengaruhi pada percepatan pembangunan dan pencapaian visi misi Pemerintah Kabupaten Paser. Jadi ini kami anggap perlu untuk dilakukan," ujar Katsul Wijaya, Rabu (11/8/2021).
Saat ini, Pemkab Paser telah menyelesaikan perencanaan pembangunan melalui anggaran yang dipinjam dari sektor perbankkan tersebut. Terdapat 11 titik ruas jalan utama di Kabupaten Paser yang menjadi fokus pembangunan.
"Perencanaan penggunaan anggaran sudah dibuat. Tinggal menunggu kesepakatan berkaitan dengan suku bunga dari perbankkan," ujarnya.
11 titik ruas jalan yang bakal ditangani dengan anggaran Rp600 miliar dari peminjaman pihak perbankkan adalah. Jalan penghubung Kerang - Tanjung Aru dengan sepanjang 86,09 Km, jalan penghubung Desa Random - Desa Senipah dengan panjang jalan mencapai 5,599 Km, jalan penghubung Desa Luan - Desa Biu dengan panjang jalan mencapai 8,77 Km, jalan penghubung Desa Libur Dinding - Desa Rantau Atas sepanjang 10,23 Km, jalan penghubung Desa Rantau Atas - Desa Tanjung Pinang sepanjang 1,55 Km, jalan penghubung Desa Tanjung Pinang - Desa Muara Andeh sepanjang 19,96 Km, jalan penghubung Desa Simpang Pait - Desa Perkuin sepanjang 40 Km, jalan penghubung Desa Mendik- Desa Munggu - Desa Muara Pias- Desa Toyu sepanjang 18,482 Km, jalan penghubung Kelurahan Longkali -Rantau Belimbing - Dekoi - Sebakung sepanjang 18,35 Km, jalan penghubung Desa Sebakung - Muara Adang 6,22 Km.
"Total pinjaman sekitar Rp600 miliar dan akan direalisasikan di tahun anggaran 2022. Cuma masih menunggu kesepakatan suku bunga dari perbankkan, semula suku bunga di angka 6,5 persen. Kami sudah ajukan permohonan kepada pihak perbankkan secara tertulis, semoga saja bisa turun suku bunga yang diberikan," pungkasnya.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan