"Kualitas air di setiap tahun mengalami penurunan. Kondisi pencemaran yang paling parah dialami oleh Sungai Kandilo," ucap Safari Kamis (18/2/2021).
Menurutnya hal tersebut terjadi lantaran telah terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan baik karena aktivitas di darat maupun di sungai. Ia menjelaskan meningkatnya kekeruhan dan bertambahnya konsentrasi beberapa senyawa kimia seperti Phosfat dan Nitrat merupakan ancaman utama bagi kestabilan kualitas air sungai.
"Kerusakan kualitas air sungai ditengarai oleh masuknya senyawa kimia ke dalam aliran sungai. Ditambahlagi dengan tingkat pelatutan tanah ke aliran sungai. Jumlah pelarutan tanah ke Sungai Kandilo termasuk tertinggi se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Tingkat erosi atau pelarutan tanah di Sungai Kandilo, setiap tahun mencapai 29 ton per hektar," jelasnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga hal tersebut ialah. Dengan cara melakukan perawatan dan pelestarian pohon di sepanjang aliran sungai.
"Secara bersama-sama menjaga kelestarian tumbuhan di daerah sempadan sungai. Untuk sungai-sungai besar seperti keempat sungai, area sempadan sungainya sepanjang 100 meter dari tepi sungai menuju daratan di sepanjang kiri/kanan sungai. Wilayah sempadan sungai ini harus terbebas dari berbagai aktivitas dan membiarkan tumbuhan tetap berdiri tegak," pungkasnya.[]
Penulis : Dwi Cahyo
Editor : Rusdi