Meski gagal menembus laga puncak, performa mereka tetap menuai pujian.
Iqbal Chandra Pratama yang turun di kelas fighter, harus mengubur sementara ambisinya meraih emas setelah kalah tipis di babak semifinal dari pesilat tuan rumah Thailand, yang memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Kekalahan ini tetap membuka peluang bagi Iqbal untuk membawa pulang medali perunggu.
Nasib serupa menimpa Dinda Nuraida, yang harus menyerah di babak perdelapan final melawan lawannya dari Malaysia.
Kekalahan ini membuat langkah Dinda terhenti lebih awal, sehingga ia tidak dapat melanjutkan perjuangannya untuk meraih medali di ajang multievent tingkat Asia Tenggara ini.
Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Ego Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim, menekankan hasil ini merupakan bagian dari olahraga.
“Inilah sebuah permainan. Kadang atlet yang kita harapkan menang, justru kalah,” kata Ego saat dikonfirmasi pada Rabu (17/12/2025). “Namun yang jelas, mereka sudah memberikan segalanya untuk Indonesia. Pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Meskipun gagal melaju ke final, Iqbal dan Dinda tetap meninggalkan kesan positif. Mereka berhasil menampilkan semangat juang tinggi dan membanggakan nama Kaltim serta Indonesia di kancah internasional.
Editor: Aspian Nur