Sebanyak 17 cabang olahraga (cabor) yang berada dibawah naungan KONI Mahulu kembali menegaskan mosi tidak percaya mereka kepada pengurus kabupaten.
Hal itu terungkap setelah tiga perwakilan pengurus cabor resmi Yessi Ch (atletik), Muhtar (sambo) dan Sinar Nusipera mendatangi KONI Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (18/11/2025) kemarin untuk meminta penanganan segera atas stagnasi organisasi di daerah mereka.
Menurut para perwakilan cabor, mosi tidak percaya ini sebenarnya telah diajukan sejak tiga bulan lalu namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas dari KONI Mahulu maupun KONI Kaltim. Kondisi ini membuat aktivitas pembinaan olahraga di Mahulu nyaris berhenti total.
“Sudah tiga bulan kami menunggu, tapi belum ada jawaban. Kami sedang mempersiapkan diri untuk berlaga di BK Porprov (Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi), tapi sama sekali tidak ada anggaran karena KONI Mahulu tidak berjalan. Kondisinya seperti mati suri,” kata Sinar Nusipera mewakili kelompok cabor yang hadir.
Kemandekan organisasi tersebut berdampak serius terhadap persiapan atlet menuju BK Porprov. Tanpa pendanaan, pelatihan, maupun koordinasi dari KONI kabupaten, para atlet kesulitan menjalankan program pembinaan yang seharusnya berlangsung intensif menjelang agenda kompetisi.
Menanggapi hal itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyampaikan permohonan maaf atas lambatnya penanganan persoalan ini karena KONI Kaltim tengah disibukkan oleh sejumlah agenda besar sehingga proses respons sempat tertunda.
“Jika ada keterlambatan, itu murni karena banyak agenda yang kami tangani. Namun kami pastikan persoalan ini akan segera kami tindak lanjuti,” tegas Rusdi.
Langkah konkret sudah disiapkan. KONI Kaltim akan segera menurunkan tim verifikasi faktual untuk memastikan kebenaran laporan dan kondisi pembinaan 17 cabor yang mengajukan mosi tidak percaya.
“Insya Allah dalam waktu dekat kami turunkan tim verifikasi ke Mahulu. Hasilnya nanti dibawa ke rapat pimpinan. Dari sana, kami akan mengambil keputusan, termasuk penunjukan karteker untuk memulihkan kembali operasional KONI Mahulu,” sebutnya.
Ditengah pertemuan tersebut, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan bahkan sempat melakukan komunikasi video call secara langsung dengan Rusdiansyah Aras.
Dalam percakapan itu Angela menyampaikan harapannya agar KONI Kaltim segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan pembinaan olahraga di daerahnya. “Anak-anak muda di Mahulu sangat bersemangat. Buktinya, kami tetap berupaya mengirimkan kontingen ke Popda. Kalau KONI Mahulu aktif kembali, kami yakin gairah itu akan makin besar,” ucap Angela saat bergabung pada pertemuan itu via online.
Editor: Aspian Nur