Akbar kalah dari karateka asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Lorenso Daseto Rodriguez pada partai final ajang Piala Panglima 2025 yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan 22–24 September ini.
Perjalanan Akbar menuju podium perak patut diapresiasi, termasuk saat mengalahkan Trio Anygrah dari perguruan Lemkari Garuda TNI dengan skor 2-0.
“Saya bersyukur atas capaian terbaru saya di ajang nasional ini,” kata Akbar kepada Korankaltim.com Selasa (23/9/2025).
Pencapaian di Piala Panglima ini bukan yang pertama bagi Akbar.
Dalam dua tahun terakhir, ia rutin mengoleksi medali dari berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Beberapa di antaranya, juara 1 Wali Kota Cup, juara 2 Kejurnas Inkanas, juara 1 Piala Pangdam, hingga juara 3 Kejuprov Piala Gubernur kategori senior putra.
Kecintaannya pada karate berawal sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD), hanya karena ikut-ikutan teman. Namun dukungan sang ayah yang juga mantan karateka bersabuk hitam membuatnya bertahan hingga kini.
“Dulu sempat ingin berhenti saat kelas 6 SD, tapi bapak menahan saya. Katanya saya harus lanjut dan itu yang bikin saya tetap bertahan,” kenangnya.
Meski masih aktif bertanding mengikuti kejuaraan demi kejuaraan, Akbar kini juga dikenal sebagai barista disebuah satu kafe di Kota Tepian yaitu Harmo Coffee. Profesi sebagai pembuat kopi itu dijalani sejak 1 Agustus 2025 lalu, tak lama setelah lulus dari SMA Negeri 5 Samarinda.
Dia mengaku awalnya sempat sulit mencari pekerjaan yang tidak bentrok dengan jadwal latihan, namun akhirnya menerima tawaran kerja sebagai Pramukopi tersebut.
“Kerja jadi barista tantangannya membagi waktu dengan latihan. Tapi saya harus bisa, supaya tetap berprestasi dan bisa membawa nama Indonesia ke level internasional,” jelasnya.
Selain menekuni dunia karate, Akbar juga memiliki cita-cita besar menjadi anggota Polri atau TNI. Keinginan itu muncul sejak dirinya berusia 9 tahun, dilandasi tekad untuk mengabdi pada masyarakat dan membanggakan kedua orang tua.
“Sejak kecil saya ingin jadi polisi atau tentara. Motivasinya sederhana, ingin melayani masyarakat, menjaga keamanan, dan yang terpenting membuat orang tua bangga,” ujarnya.
Bagi Akbar, karate bukan hanya olahraga, melainkan jalan untuk menempa mental dan disiplin yang ia butuhkan untuk menggapai cita-citanya.
“Saya percaya tidak ada kesuksesan tanpa usaha maksimal dan doa. Selama ada kesempatan, saya ingin terus berprestasi sekaligus mewujudkan cita-cita,” tutup Akbar.
Editor: Aspian Nur