Ketua Panitia Pelaksana, Rasman Rading, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mengacu terhadap UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Permenpora Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.
Selain itu, turnamen ini juga merupakan bagian dari program Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Tahun 2025 pada bidang peningkatan prestasi olahraga.
“Tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan ini adalah memberikan ruang kompetisi bagi atlet muda Kaltim melalui kejuaraan resmi yang berkualitas dan berintegritas tinggi,” jelas Rasman.
Menurutnya, kejuaraan ini juga diarahkan untuk menjaring atlet potensial, menambah jam tanding, mempererat persaudaraan antar-atlet, mendorong partisipasi pendidikan dalam olahraga, hingga memantau perkembangan atlet sebagai bagian dari proses pembibitan jangka panjang.
Tiga cabang olahraga bela diri dipertandingkan dengan jumlah peserta mencapai 680 atlet yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim serta perwakilan dari Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pencak silat sebanyak 340 atlet, 22 nomor kelas tanding, gulat sebanyak 150 atlet, 33 nomor kelas tanding dan tinju sebanyak 190 atlet, 16 nomor kelas tanding.
Selain menjadi ajang pembinaan, turnamen ini juga menjadi wadah persiapan bagi atlet pelajar Kaltim yang akan berlaga di ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 di Jakarta.
Rasman menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak.
Termasuk dukungan pengurus provinsi masing-masing induk cabang olahraga, yakni IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia), dan PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia).
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprob Kaltim, khususnya gubernur dan Dispora Kaltim, atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan turnamen ini.
“Saya yakin kepedulian pemerintah terhadap olahraga bela diri didorong oleh kesadaran bahwa olahraga ini tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan olah pikir,” ungkap Rusdiansyah.
Ia menambahkan, filosofi dari olahraga bela diri seperti pencak silat, gulat dan tinju adalah tidak mudah menyerah.
Nilai itu, menurutnya, penting ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.
“Lewat olahraga bela diri, anak muda belajar menghormati diri sendiri dan orang lain, melatih konsentrasi, serta meningkatkan disiplin. Semua itu adalah modal penting bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.
Editor: Erwin