Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kalimantan Timur Dr Ir H Zairin Zain, MSi pun menanggapi positif dan setuju kalau pengurus cabang olahraga di Benua Etam mendatangkan pelatih professional dari luar negeri.
“Sinyal positif dari dari gubernur itu tentunya harus ditangkap pengurus olahraga untuk direalisasikan. Seperti yang tertuang dalam program DBON, untuk mencetak atlet kelas dunia memerlukan waktu panjang, sekitar sepuluh tahun dan dilakukan secara terencana,” ujar Zairin. “Jadi jangan setengah-setengah kalau mau menghasilkan atlet berprestasi dan diperlukan kerjasama serius dari berbagai pihak,” paparnya
Ketua pengurus cabang olahraga ditegaskan Zairin harus memiliki spirit untuk membangun prestasi olahraga. “Jangan sampai ditunjuk jadi ketua cabang olahraga tapi hanya duduk dibelakang meja, tidak pernah turun ke lapangan,” sebut Zairin.
Menurutnya, ketua dan pengurus cabang olahraga yang dipilih harus melihat, memantau dan mengukur apakah atlet yang dibina berkembang atau tidak. “Diharapkan pengurus cabang olahraga mampu dan hobi terhadap olahraga, setiap saat bisa mengawasi anak didiknya di lapangan. Ketua jangan hanya sebagai lambang, sementara yang bekerja sekretaris atau binpres (pembinaan prestasi), itu kurang tepat,” tegas Zairin.
Sebelumnya dalam dialog Bersama pemerhati olahraga, DBON Kalimantan Timur mendapatkan masukan dari inspirator olahraga asal Penajam Paser Utara (PPU) Alimudin yang menyatakan kalau atlet renang daerah bisa mengalahkan atlet dari Pulau Jawa, syaratnya hanya satu, berlatih keluar negeri atau mendatangkan pelatih asing yang berkualitas. (*)
Editor: Aspian Nur