Rapat yang dilaksanakan di Sekretariat DBON Kaltim Jalan Bhayangkara ini tak lain untuk mengingatkan pengurus NPC terkait laporan kegiatan yang harus rutin diserahkan.
“Karena kita kemarin sudah mengingatkan beliau (pengurus NPC) apapun kegiatan yang kita bantu, apabila terjadi kendala tolong lapor ke kita. Selama dua bulan ini mereka tidak ada laporan,” kata Kepala Sekretariat Pelaksana DBON Kaltim, Zairin Zain pada korankaltim.com usai rapat.
Diakuinya bahwa DBON ingin melakukan pengecekan kembali terkait sejauh mana kegiatan yang dilakukan dengan dana yang telah diberikan. Sistem dari DBON sendiri, apabila ingin mengajukan dana, maka laporan pertanggung jawaban dari dana sebelumnya sudah harus diserahkan.
Maka, apabila laporan pertanggung jawaban masih belum juga dikerjakan, Zairin mengaku tidak bisa memberikan dana Kembali, karena dari hasil laporan sebelumnya menjadi tolok ukur pemberian anggaran selanjutnya.
“Mereka juga sampaikan nanti juga ada pelaksanaan Pekan Olahraga Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kaltim, pelaksanaannya di Kota Balikpapan nanti, khusus untuk NPC ini. Nah itu nanti bisa dipertanggung jawabkan pada kita laporannya,” jelasnya.
Dari laporan tersebut, Zairin mengaku pihaknya ingin melakukan pengecekkan pembinaan untuk atlet-atlet yang ada di dalam NPC tersebut. Sebab, menurut dia, sudah saatnya regenerasi atlet dilakukan untuk menjaga prestasi. Namun, ia tak ingin laporan pertanggung jawab hanya didominasi administrasi keuangan saja.
“Kita juga ingin dalam laporan itu juga bisa tertera pembinaan. Termasuk juga bantuan untuk cabang olahraga (cabor) ini untuk laporan pertanggung jawaban semuanya ya, tidak hanya NPC saja,” tegasnya.
Diwaktu bersamaan, Ketua NPC Suharyanto menjelaskan ada lima cabor yang ada bergabung dengan DBON Kaltim, diantaranta atletik, angkat berat, tenis meja, bulutangkis dan renang.
Ia menjelaskan bahwa NPC Kaltim sendiri sangat diperhitungkan, namun pada tahun 2021 lalu banyak atlet-atlet yang memutuskan untuk pindah.
“Waktu itu memang kami dilema, sebab tidak ada anggaran yang kami pegang. Kalau mereka tidak pindah, karir dia terhambat, sedangkan kalau pindah kami kehilangan (atlet),” terangnya.
Selain itu, dijelaskannya bahwa laporan yang diminta DBON hanya soal pembinaan atlet saja yang sampai saat ini belum bisa maksimal. Namun ia meyakini bahwa laporan tersebut bisa dirampungkan usai penggelaran Peparprov di Balikpapan bersamaan dengan kabupaten/kota lainnya.
Editor: Maruly Zainuddin