Upgrading diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kepengurusan serta memperjelas tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing bidang agar nantinya membuat program kerja yang tidak bertumpang tindih.
Hal ini disampaikan Kepala Sekretariat DBON Kaltim Agus Hari Kesuma saat menggelar Silaturahmi Pengurus Lembaga DBON Kaltim di ruang rapat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda Minggu (7/5/2023) siang.
“Selain sosialisasi harus ada upgrading pengurus DBON agar semua paham dengan tugas masing-masing sesuai tupoksi,” kata Agus kepada Korankaltim.com.
Tugas pengurus DBON menurut Agus sudah jelas, menyiapkan atlet usia dini untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. “Muaranya adalah prestasi olahraga Kaltim,” tegas Agus.
Agus Hari Kesuma yang juga Kepala Dispora Kaltim berharap agar pengurus DBON Kaltim bisa solid dan saling mendukung demi sukses prestasi olahraga di daerah.
“Semua harus saling mendukung, memahami kerja masing-masing dan saling membantu karena semua muaranya adalah prestasi olahraga di daerah,” ucap Agus.
Terpisah, Kepala Sekretariat Pelaksana DBON Kaltim Zairin Zain menegaskan kalau lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini siap untuk terus melakukan sosialisasi dan upgrading kepengurusan.
“Hal itu sangat penting karena DBON Kaltim ini jadi wadah untuk mencari dan mencetak atlet-atlet usia dini yangpotensial di seluruh daerah di Benua Etam untuk di desain agar berprestasi yang dengan itu tentu saja harus diimbangi dengan kepengurusan yang juga memiliki kemampuan,” papar Zairin.
Nantinya setelah upgrading kepengurusan serta sosialisasi yang terus dilakukan, DBON Kaltim akan mencari atlet muda potensial dan berprestasi untuk dibina, bersinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim sebagai pengguna atlet tersebut untuk tampil di setiap ajang terutama Pekan Olahraga Nasional (PON).
“DBON juga dibantu Igornas (Ikatan Guru Olahraga Nasional) Kaltim dalam hal pencarian atlet-atlet muda potensial itu di tingkat SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama), selanjutnya mereka yang konsisten dengan prestasi akan diarahkan masuk ke SKOI (Sekolah Khusus Olahragawan Internasional) Kaltim, dibina disana seperti yang selama ini sudah dilakukan,” papar Zairin.
Editor: Aspian Nur