Upa Permana mengatakan, PABSI sendiri adalah Cabang Olahraga (Cabor) baru dengan nuansa lama, karena merupakan pemisahan dari Cabor Bina Raga dan Angkat Berat. "Cabor baru rasa lama, karena regulasi internasional yang mengharuskan tiga cabor sebelumnya harus dipecah. Harapannya angkat besi ini menjadi cabor yang bisa mendulang emas dan berprestasi untuk ke depannya," katanya kepada korankaltim.com, Kamis (24/12/2020).
Saat ini yang dilakukan PABSI Kukar adalah menginventarisasi atlet. Upa mengungkapkan, meskipun jumlah atlet angkat besi tidak begitu banyak namun diharapkan kualitas atlet yang dimiliki cukup menjanjikan untuk diberangkatkan dalam kejuaraan multievent mendatang.
"Ya walaupun sedikit, kami ingin atlet-atlet kita ini memiliki kualitas dan mampu berprestasi. Yang pasti kalau saya berharap di setiap nomor atau kelas yang dipertandingkan harus ada atletnya," ungkapnya.
Sementara itu Ketua KONI Kukar, Rahman menyebutkan, Cabor Angkat Besi ini salah satu cabor pendulang medali, oleh karena itu harus terus disosialisasikan ke 18 Kecamatan di Kukar.
"Terus disosialisasikan ke 18 Kecamatan se Kutai Kartanegara, setidaknya kita miiki atlet asli daerah sendiri. Biar kalah yang penting urang etam, tidak boleh adalagi atlet mutasi," sebut Maman sapaan akrabnya.
Adapun Kejurkab PABSI yang dilakukan untuk menjaring atlet-atlet muda berprestasi ialah ada empat kelas yang terdiri dua kelas putra dan dua kelas putri. Nomor kelas tanding ada dua angkatan yakni snacth sebanyak kali dan clean and jerk sebanyak tiga kali.
"Kejurkab ini suatu terobosan dan baru kali ini PABSI menggelar yang ditujukan untuk memancing atlet pemula dan masyarakat Kukar yang ingin bergabung dan ikut di PABSI silakan saja, makanya ini kesempatan, dengan adanya Kejurkab kemarin sekaligus mensosialisasikan olahraga angkat besi," tegasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan