Para pejabat mengatakan angka kematian akibat virus ini telah turun dari puncaknya yang mencapai lebih dari 100 ribu orang per minggu pada Januari 2021 menjadi lebih dari 3.500 orang pada 24 April bulan lalu dan selama tiga tahun dari 2020 setidaknya ada tujuh juta orang meninggal dunia diserang wabah ini
Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, angka sebenarnya "kemungkinan" mendekati 20 juta kematian, hampir tiga kali lipat dari perkiraan resmi dan Tedros memperingatkan virus tersebut tetap menjadi ancaman yang signifikan.
"Kemarin, Komite Darurat bertemu untuk yang ke-15 kalinya dan merekomendasikan kepada saya agar saya mengumumkan berakhirnya keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Saya telah menerima saran itu. Oleh karena itu, dengan harapan besar, saya menyatakan Covid-19 telah berakhir sebagai keadaan darurat kesehatan global," kata Dr Tedros dilansir dari bbc.com Sabtu (6/5/2023) hari ini.
Keputusan tersebut telah dipertimbangkan dengan hati-hati selama beberapa waktu dan dibuat berdasarkan analisis data yang cermat.
Namun dia memperingatkan pencabutan tingkat peringatan tertinggi bukan berarti bahaya telah berakhir dan menegaskan status darurat dapat diberlakukan kembali jika situasinya berubah.
"Hal terburuk yang dapat dilakukan negara mana pun sekarang adalah menggunakan berita ini sebagai alasan untuk lengah, membongkar sistem yang telah dibangun, atau mengirim pesan kepada rakyatnya Covid-19 tidak perlu dikhawatirkan," sebut Tedros.
WHO pertama kali menyatakan Covid-19 sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (The World's Troubling Public Health Emergency/PHEIC) pada Januari 2020.
Hal ini menandakan perlunya tindakan global yang terkoordinasi untuk melindungi masyarakat dari virus tersebut. “Sekarang tergantung pada masing-masing negara untuk terus mengelola Covid dengan cara yang mereka anggap terbaik,” ujarnya.
Vaksin adalah salah satu titik balik utama dalam pandemi. Menurut WHO, 13 miliar dosis telah diberikan, sehingga memungkinkan banyak orang terlindungi dari penyakit serius dan kematian. Namun, di banyak negara, vaksin belum menjangkau sebagian besar orang yang membutuhkan.
Lebih dari 765 juta infeksi Covid yang terkonfirmasi telah tercatat di seluruh dunia. AS dan Inggris, seperti banyak negara lain, telah berbicara tentang "hidup dengan virus" dan menghentikan banyak tes dan aturan percampuran sosial.
Dr Mike Ryan dari program darurat kesehatan WHO, mengatakan keadaan darurat mungkin telah berakhir, tetapi ancamannya masih ada. "Kami sepenuhnya memperkirakan virus ini akan terus menular dan inilah sejarah pandemi," kata Mike. "Butuh waktu puluhan tahun sampai pergolakan terakhir dari virus pandemi tahun 1918 menghilang. Dalam banyak kasus, pandemi benar-benar berakhir ketika pandemi berikutnya dimulai," paparnya.
Editor: Aspian Nur