Aksi itu, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Rasmus sendiri, mengaku mendapatkan banyak ancaman usai melakukan aksinya tersebut. Pemimpin partai sayap kanan Denmark itu, sejatinya bukan kali ini saja berulah. Meski dalam beberapa keterangan media, pria yang baru mendapatkan kewarganegaraan Swedia pada 2020 itu, mengaku apa yang ia lakukan sebatas ekspresinya terhadap Turki, namun nyatanya Rasmus terus mengulang aksinya mempermainkan kitab suci umat muslim tersebut.
Hal ini salah satunya diketahui dari sebuah unggahan video di kanal YouTube Sweden Royals. Video berdurasi 1 menit 4 detik itu, diberi judul; Rasmus Paludan plays football with a Koran, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan secara bebas sebagai Rasmus Paludan bermain sepakbola dengan Al-Qur'an.
Dalam keterangan video, dijelaskan bahwa kejadian itu direkam pada 19 September 2022, di Stockholm. Pada aksinya itu, Rasmus juga membakar mushaf Al-Qur'an yang sebelumnya ia permainkan tersebut.
Editor: Rusdianto