Silphion oleh orang Yunani kuno memiliki bunga kuning yang menempel pada batang tebal yang cara mengkonsumsinya dihancurkan, dipanggang, ditumis dan direbus untuk tujuan pengobatan, makanan dan bahkan mencegah kehamilan.
Teks kuno menyatakan kalau tangkai terakhir tumbuhan ini sudah diberikan kepada Kaisar Nero pada abad pertama Masehi, tetapi Mahmut Miski, seorang peneliti dari Universitas Istanbul percaya kalau tumbuhan baru Bernama Ferula Drudeana yang tumbuh di Gunung Hasan adalah tanaman purba dan Miski menemukan kesamaan dengan tanaman Silphion yang sama dengan botani lama dan gambar tanaman yang digunakan pada koin Yunani kuno.
National Geographic melaporkan hal ini seperti dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (27/9/2022) pagi ini.
Kedua tanaman memiliki akar yang sama tebal, bercabang, bunga kuning dan keduanya memiliki tujuan pengobatan yang kuat dimana Ferula Drudeana memiliki senyawa antikanker dan sifat anti-inflamasi, khasiat yang sama yang ditemukan di tumbuhan Silphion.
Meskipun Ferula drudeana berjarak ratusan mil dari tempat asalnya, Miski menyatakan tumbuhan itu ditemukan di dua lokasi di Turki, lokasi dimana keduanya pernah menjadi rumah bagi orang Yunani kuno ribuan tahun yang lalu.
Satu-satunya gambar Silphium atau Silphion kuno telah ditemukan terukir pada koin Cyrenacian, yang diyakini para ahli karena nilai tanaman itu memiliki nilai yang sama dengan perak. Koin-koin ini digunakan di tempat yang sekarang disebut Kirene, Libya, tempat Silphium pernah berkembang.
Teks kuno menyatakan stok Romawi menumpuk tanaman dengan harta kekaisarannya, dokter Yunani kuno menggunakannya untuk menyembuhkan segala sesuatu mulai dari sakit perut hingga menghilangkan kutil.
Tanaman ajaib itu didokumentasikan oleh penulis sejarah Romawi Pliny the Elder yang menulis dalam Natural History-nya: “Hanya satu tangkai telah ditemukan dan telah diberikan kepada Kaisar Nero,”
Sejarawan dan botinastat telah mencari tanaman yang sulit dipahami selama ratusan tahun, tetapi semua menyerah dan percaya tumbuhan itu musnah karena
Saat Miski mempelajari tanaman di Gunung Hasan, ia bertemu dengan penjaga tanaman yang mengatakan kepadanya domba dan kambing sangat menyukai daun, yang juga disebutkan dalam teks Pliny.
Pliny menulis domba dan kambing akan merumput di padang rumput tempat silphion tumbuh. Domba akan tertidur setelah memakan tangkainya.
Editor: Aspian Nur