Airlangga menyebut koalisi ini sejatinya baru mulai kerja. Bersilaturahmi dari bagian menjaga kekompakan solidaritas dan persatuan. Sementara untuk penentuan capres dan cawapres akan ditulis menjelang akhir.
"Capres dan cawapres akan kita tulis bab menjelang kesimpulan. Kalau kata Pak Jokowi ojo kesusu," ucap Airlangga dalam sambutannya.
Ia mengaku publik merespons secara antusias atas koalisi yang terbentuk ini. Kata Airlangga, publik mendapat harapan baru bagi perpolitikan di Indonesia.
"Dengan koalisi ini kita ciptakan atmosfer politik kesatuan dalam kebersamaan untuk mengikuti kontestasi politik yang akan digelar Februari 2024," tandasnya.
Menurut dia, KIB mengutamakan kebersamaan persatuan, bertekad bekerjasama gotong royong untuk kesejahteraan rakyat. Airlangga menyebut banyak yang mempertanyakan mengapa koalisi ini dibentuk lebih awal yakni 19 bulan sebelum Pemilu.
"Kami tegaskan, membangun politik persatuan harus dimulai dari sekarang, kesepahaman dan chemistry harus dibangun jauh hari agar bergerak seirama, satu frekuensi dan berjalan membangun kemajuan. Tidak bisa dalam suasana keterpaksaan, harus komunikasi yang intensif," tutur Menko Bidang Perekonomian ini.
Kendati KIB terdiri dari berbagai partai yang masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi. Namun, tetap menjaga komunikasi yang baik dengan partai koalisi pendukung pemerintah lainnya, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, dan Nasdem. Bahkan, dirinya yakin partai lainnya pun tertarik untuk bergabung ke KIB.
"KIB membuka sebesar-besarnya untuk partai lain," tutupnya. (*/kk)
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah