Bahan styrofoam dan pot pun dipilih sebagai media tanam yang mengapung di atas air hingga padi tumbuh dan nantinya dipanen dengan cara ditarik tali pengikatnya.
Syamsir mengungkapkan, inovasi pertanian tersebut bermula dari keprihatinan pihaknya setelah lahan rawa lebak seluas tiga sampai empat ribu hektar di Kabupaten Barito Kuala tak bisa digarap akibat ketinggian air di atas ambang batas kemampuan padi bertahan hidup.
Petani tradisional setempat selama ini hanya bergantung dengan kondisi alam hingga pasrah jika genangan air tinggi dan akhirnya tidak bisa menanam padi.
Syamsir pun mengaku telah menyampaikan ke Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait inovasi yang telah dilakukan hingga mendapatkan respon positif dari sang menteri yang meminta dilakukan ujicoba seluas 50 hektar.
"Saya laporkan ke menteri bahwa kami siap pada tahun 2023 menyiapkan padi apung seluas-luasnya dengan dukungan penuh pemerintah pusat," ujarnya.
Karena ia menilai, padi apung menjadi solusi jangka panjang di lahan-lahan pertanian yang sepanjang tahun kerap tergenang hingga petani tak bisa bercocok tanam.
Padahal Kalsel dengan produksi padi surplus 1,1 juta ton per tahun didorong menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Sumber: Antara