Sesuai amanat DBON, SEA Games dan Asian Games merupakan sasaran antara untuk menuju ke sasaran utama yakni Olimpiade.
Kemenpora membuat terobosan dengan melakukan efisiensi sebesar 43,4 persen berupa penurunan jumlah cabang olahraga dan atlet yang diberangkatkan untuk bertanding di Vietnam.
Pada SEA Games Filipina 2019 lalu, Indonesia menurunkan 841 atlet dari 52 cabor.
Untuk SEAG Vietnam tahun 2022 ini Indonesia hanya menurunkan 471 atlet dari 31 cabor yang diikuti.
"Semua dilakukan dengan perhitungan matang dengan uji fit and proper test oleh tim review seobjektif mungkin," lanjut Sanusi.
Efisiensi dilakukan dengan mempertimbangkan potensi medali dari tiap cabor yang diturunkan melalui tahap proses dan identifikasi berbasis data base, catatan prestasi atlet pada setiap cabor.
"Dengan komposisi ini bertujuan agar atlet pelapis dapat disiapkan sedini mungkin untuk menuju cita-cita utama.
Meski demikian pemerintah tetap berharap agar prestasi SEA Games kali ini tetap membanggakan bahkan dapat mempertahankan dari pencapaian prestasi sebelumnya," sebut Sanusi.
Keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga yang terencana dan terukur akan dinilai publik efektifitasnya.
Untuk itu, publik perlu diajak untuk terus mengawal proses perjalanan ini, melalui media sebagai perpanjangan tangan publik untuk memperoleh akses informasi atas kerja-kerja pemerintah bagi pembangunan olahraga nasional.
Membangun kerjasama dengan insan media yang merupakan mitra sejajar selalu bersinergi dengan program-program Kemenpora. "Sebaik apapun program Kemenpora jika tidak ada kerjasama dengan media saya yakin tidak akan berjalan dengan baik," tutupnya.
Editor: Aspian Nur