Dilansir dari laman Dailymail.co.uk Sabtu (9/4/2022) hari ini, kematian hewan tersebut akibat meningitis merupakan yang pertama setelah sebelumnya para ilmuwan mengatakan terlalu dini untuk menghubungkan kematiannya dengan penyebab stres akibat ulah manusia yang membuang sampah sembarangan di laut.
Hiu betina sepanjang 13 kaki atau 4 meter itu pertama kali ditemukan oleh seorang pejalan kaki bersama seekor anjing pada 13 Maret di pantai dekat Penzance, tetapi hiu itu tertarik ombak dan kembali ke laut sebelum akhirnya ditemukan lagi 15 Maret di perairan lepas pantai pelabuhan Newlyn oleh kapal wisata setelah pencarian dua hari.
Outopsi yang dianggap sebagai yang pertama dilakukan untuk hewan di Inggris telah dilakukan dan sangat sedikit informasi yang diketahui tentang spesies yang sangat langka ini. Hiu Greenland dapat hidup hingga lebih dari 400 tahun tetapi hiu biasanya ditemukan 1,5 mil (2,5 km) di bawah permukaan Samudra Arktik dan Atlantik Utara. Mereka adalah vertebrata tertua yang masih hidup di bumi dan makhluk paling misterius di planet ini.
Para ilmuwan percaya infeksi otak menjelaskan mengapa hiu itu keluar dari habitat aslinya di perairan dalam dan penyebab terdamparnya dan akhirnya kematiannya.
Otaknya sedikit berubah warna dan penuh dengan cairan keruh, yang mengandung sejenis bakteri yang disebut Pasteurella dan menurut para ahli kemungkinan telah menyebabkan meningitis.
Tidak diketahui bagaimana hiu itu bisa terjangkit infeksi dari penyakit yang kerap dialami manusia itu.
Hiu Greenland ini mengalami kerusakan pada sirip dan lumpur di perutnya, menunjukkan kemungkinan masih hidup ketika terdampar.
Post-mortem dilakukan oleh Tim Patologi Kelautan Cornwall, yang merupakan bagian dari Program Investigasi Cetacean Strandings (CSIP) Zoological Society of London (ZSL).
"Tubuh hiu dalam kondisi yang buruk dan ada tanda-tanda pendarahan di dalam jaringan lunak di sekitar sirip dada, ditambah dengan lumpur yang ditemukan di perutnya, menunjukkan dia mungkin hidup terdampar," kata ahli patologi hewan James Barnett, dari Tim Patologi Laut Cornwall.
“Sejauh yang kami ketahui, ini adalah pemeriksaan post-mortem pertama di Inggris terhadap hiu Greenland dan laporan pertama meningitis pada spesies ini,” imbuhnya.
Sementara Rob Deaville, pemimpin proyek untuk CSIP menambahkan, kematian hiu ini membuat mereka mendapatkan wawasan tentang kehidupan dan kematian spesies yang hanya sedikit diketahui.
“Menemukan hiu ini mengalami penyakit meningitis kemungkinan adalah yang pertama di dunia, tetapi signifikansinya dalam hal penyebab stres yang lebih luas tidak diketahui. Pada akhirnya, seperti kebanyakan kehidupan laut, spesies laut dalam seperti hiu Greenland juga dapat dipengaruhi oleh tekanan manusia di laut tetapi tidak ada cukup bukti pada tahap ini untuk membuat hubungan apa pun,” paparnya.
Sejak tahun 1990, telah dilaporkan 17.000 hewan jenis cetacea terdampar mulai dari hiu, paus hingga lumba-lumba dan hampir 4.500 post mortem sudah dilakukan.
Terakhir kali hiu Greenland terdampar di Inggris adalah di Northumberland pada 2013.
Spesies yang terdaftar sebagai hewan rentan ini pernah diburu untuk diambil minyak hatinya, tetapi sekarang sering terjebak dalam jaring ikan.
Editor: Aspian Nur