Ingin Fokus Urus PBNU, Miftachul Akhyar Mundur Sebagai Ketua Umum MUI
1 menit baca266 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar, melepas jabatan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Miftachul Akhyar mundur dari kursi Ketua Umum MUI karena ingin fokus mengurus PBNU. Surat pengunduran diri sudah dikirimnya kepada pengurus MUI.
Hal tersebut disampaikan Miftachul Akhyar saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (9/2022).
"Di saat ahlul halli wal awdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," katanya dikutip dari Antara.
Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026 pada 23 Desember 2021. Sementara di MUI, dia terpilih sebagai Ketua Umum pada tahun 2020.
Miftachul Akhyar kemudian menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketua MUI pada November 2020.
Dia mengungkapkan, dua tahun sebelumnya, banyak pihak yang merayu dan meyakinkan dirinya untuk bersedia menjadi Ketua MUI.
"Semula saya keberatan tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat bidah di dalam NU. Karena selama ini, Rais Aam selalu menjabat sebagai Ketua Umum MUI," tutur dia.
Saat ini, dia menganggap bahwa bidah itu sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, dia mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum MUI untuk fokus mengurus PBNU.
Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi MUI, Salahuddin Al-Aiyub menyebut bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri yang dimaksud.
Selanjutnya, MUI akan merespons surat tersebut sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di internal MUI.
Sumber: Antara










