Kabar kemunculan burung pemakan bangkai dan binatang yang telah mati secara alami maupun karena dibunuh itu langsung menyebar ke seluruh Singapura.. Pendiri grup Facebook Bird Sightings, Francis Yap, orang pertama yang menceritakan seluruh kejadian itu.
Dilansir dari laman mothership.sg, awalnya Francis sedang mengambil gambar melalui foto dan melihat enam Burung Nasar ukuran besar bertengger di pohon tepat saat hujan mulai turun.
Meskipun jarang terjadi, Burung Nasar Himalaya terkadang memang mampir di Singapura. Satu dari enam ekor burung itu terlihat dalam kondisi sakit.
Seorang pengamat burung bernama Martin Kennewell mengidentifikasi burung-burung itu sebagai Hering Cinerous yang juga dikenal sebagai Hering Hitam atau Hering Biksu dan menyebarkan berita tentang penampakan pertama yang diketahui di Singapura.
Hering Cinerous adalah burung terbesar yang ditemukan di benua Eropa, Asia dan Afrika sementara burung hering Himalayan Griffon berada di urutan kedua.
Burung Nasar Himalayan memiliki rentang sayap yang bisa mencapai tiga meter dan berat antara delapan hingga 12 kilogram sedangkan burung nasar Cinerous memiliki berat hingga 14kg.
Kedua spesies tersebut saat ini diklasifikasikan sebagai "hampir terancam" menurut International Union for Conservation of Nature.
Hering Griffon Himalaya mendarat di pohon dekat tempat parker di kawasan Singapore Botanic Gardens tersebut yang memberikan kesempatan bagi para fotografer untuk mengambil gambar lebih dekat dengan burung cantik itu.
Editor: Aspian Nur