Dibentuknya MSM dan CYN, sebagai antisipasi perkembangan teknologi digital dan sekaligus sebagai lompatan untuk menjembatani milenial tempuh waktu 30 sampai 50 tahun menddatang.
Token CYN saat ini masuk dalam program quartal 4 tahun 2021, yaitu menyiapkan untuk listing di exchange crypto dan direkomendasikan pada Rakernas, diluncurkan pada HUT ke-5 SMSI 7 Maret 2022 mendatang.
Dalam launching itu, seluruh anggota dan pengurus SMSI serta anggota MCM akan mendapat token CYN dengan jumlah 200 juta hingga 500 juta. Nilai tersebut tidak termasuk parner luar negeri.
Token CYN bekerja di jaringan blockchain tron dengan TRC20. Block chain tron dimiliki oleh justin sun.
Pada rapat tersebut, Firdaus mengajak seluruh anggota dan pengurus mampu bertahan menghadapi masa Pandemi Covid-19. "Ditengah masa sulit ini, walaupun negara tidak hadir ditengah SMSI, kita tidak boleh kecewa, tetap harus mampu menjaga kondusifitas dan bahu membahu dengan masyarakat dan polri menjaga kondusivitas negeri" ujar Firdaus.
“Kami berharap, jangan ada niat apalagi keinginan untuk mengibarkan bendera putih. Jika SMSI mengibarkan bendera putih, akan berpengaruh pada kepercayaan publik terhadap negara" imbuhnya.
Yudistira Soesatyo, sebagai milenial yang konsen terhadap pengembangan sumber daya masa depan milenial ikut memberikan masukan.
"Melihat realitas SMSI yang besar dan punya ruang panjang untuk masa depan, saya akan bersinergi mengisi ruang kosong yang akan di bangun SMSI" ujar Yudis.
Hadir pada kegiatan itu selain Firdaus adalah Gusti Rachmat sebagai Wakil Bendahara, dr. Nishal Departemen MCC, Pahala Simanjuk sekretaris SMSI DKI, Aji Wakil Bendahara dan Yudistira Soesatyo selaku melenial Indonesia. (*)