Gerhana Bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.
Gerhana bulan sebagian terjadi saat sebagian piringan Bulan masuk ke umbra (bayangan utama) Bumi.
Dilansir dari laman Thesun.co.uk pagi ini, gerhana bulan akan melibatkan bayangan bumi yang menutupi sekitar 97 persen bulan. Bagian bulan saat gerhana akan terlihat berwarna kemerahan.
Royal Greenwich Observatory Inggris mengatakan gerhana bulan nanti nyaris tidak terlihat di Inggris.
Namun, masyarakat di Amerika Utara memiliki kesempatan untuk melihat gerhana secara keseluruhan karena akan terjadi pada malam hari disana.
Di Asia Barat, Australia dan Selandia Baru bisa menyaksikan namun tidak secara keseluruhan sementara Afrika atau Timur Tengah tidak akan melihat fenomena in karena terjadi pada siang hari. Sedangkan di Amerika Selatan dan Eropa Barat mungkin menangkap sebagian darinya.
Bagaimana dengan di Indonesia? Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di laman resminya menulis kalau Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Bali, sebagian besar Jawa bagian timur dan sebagian Bangka Belitung bagian timur bisa menyaksikan gerhana bulan parsial ini meski tidak secara keseluruhan.
Dalam hitungan waktu per daerah, gerhana akan dimulai pada pukul 13.00 WIB atau 14.00 WITA dan 15.00 WIT, berlanjut ke fase gerhana bulan sebagian pukul 14.18 WIB atau 15.18 WITA dan 16.18 WIT, serta mencapai puncaknya pukul 16.02 WIB atau 17.02 WITA dan 18.02 WIT.
Gerhana bulan sebagian ini akan berakhir pada pukul 17.47 WIB atau 18.47 WITA dan 19.47 WIT serta akhir gerhana pada pukul 19.05 WIB atau 20.05 WITA dan 21.05 WIT.
Gerhana bulan sebagian ini secara total mencatat rekor terlama, durasinya 6 jam 1 menit 29 detik, terhitung sejak 18 Februari 1440 atau 581 tahun.
Masyarakat Kalimantan Timur pun mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan gerhana bulan parsial ini.
Editor: Aspian Nur