Sementara ini yang menjadi perhatian mengenai vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.
Selain itu penurunan level dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan banyak euforia di kalangan masyarakat yang tak disertai oleh penerapan protokol kesehatan ketat. "Hal ini tentunya berpotensi pada gelombang peningkatan selanjutnya," tuturnya.
Luhut menegaskan PPKM merupakan salah satu alat yang dinilai dapat melakukan monitoring dalam perkembangan pandemi Covid-19, sebab jika PPKM tak lagi diterapkan bakal berpotensi mengundang lonjakan kasus baru, ditambah varian delta Covid-19 dapat menularkan dengan ganas.
Sementara itu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan evaluasi dari penerapan PPKM di luar Jawa dan Bali juga menemukan penurunan yang sangat signifikan seiring dengan tren nasional namun tetap pada kewaspadaan masyarakat tetap harus terus dijaga. "Jangan sampai adanya penurunan euforia masyarakat tidak terjaga, karena kasus masih naik turun," ungkapnya.
Pemerintah Pusat hingga saat ini juga tengah berupaya untuk mencegah masuknya sejumlah varian Covid-19 yang baru baik itu kedatangan dari jalur laut, udara dan darat, maka dari itu koordinasi antar menteri juga ia minta terus ditingkatkan. "Termasuk pos penyekatan yang ada di perbatasan untuk terus dijaga dan vaksinasi terus didorong," tegasnya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan capaian vaksinasi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan terutama bagi daerah yang capaian vaksinasinya masih berada di bawah 20 persen, terdapat setidaknya 4 daerah dengan capaian vaksinasi di bawah 20 persen, yaitu Lampung masih 15 persen, Sumatera Barat 18 persen, Maluku Utara 18 persen dan Papua 19 persen. "Bagi daerah yang sudah menerima dosis vaksin untuk dapat segera menghabiskan, dan kepada daerah yang capaiannya masih di bawah 20 persen juga menjadi perhatian serius, Indonesia untuk sementara ini telah mencapai posisi ke enam dunia," tutupnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan