"Sesuai arahan Presiden, khusus di luar Jawa Bali akan diberlakukan perpanjangan dua minggu tanggal 10 - 23 Agustus," ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Cakupannya yaitu 45 kabupaten kota masuk dalam kategori level 4. Selanjutnya ada 302 kabupaten kota untuk level 3 dan 39 kabupaten kota untuk level 2.
Airlangga menjelaskan, perbedaan waktu perpanjangan PPKM antara Pulau Jawa-Bali dan wilayah luar Jawa-Bali karena adanya perbedaan kasus Covid-19 hariannya.
"Karena memang berbeda di Pulau Jawa yang sudah menurun maka di luar Jawa ini karena Kepulauan dan wilayahnya luas maka akan diperpanjang selama dua minggu," ucap Airlangga.
Ia pun menjelaskan, perpanjangan PPKM ini akan diberlakukan pada level tertentu yakni level 4 akan diberlakukan di 45 Kabupaten/kota, Level 3 diberlakukan di 302 Kabupaten/kota yang terdiri dari sebagian level assesment 3 dan dan sebagian level assesment 4. "Kemudian di level 2 ada 39 Kabupaten/kota," jelas Airlangga.
Menko Airlangga mencatat telah terjadi kenaikan kasus aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali yang menyumbang 1,24 persen kasus nasional selama bulan Agustus. Sementara itu, kasus di Jawa-Bali mengalami penurunan hingga -27,08 persen.
"Data per 1 Agustus sampai 9 Agustus kenaikan kasus aktif di luar Jawa-Bali terjadi penambahan 1,24 persen. Jumlah per 9 Agustus, kasus aktif Jawa-Bali berkontribusi 53,5 persen. Sedangkan kasus di luar jawa berkontribusi 46,5 persen dari jumlah kasus aktif secara nasional. Jawa-Bali berkontribusi 53,5 persen dan luar Jawa-Bali berkontribusi 46,5 persen dari total kasus aktif nasional," kata Airlangga.
Pemerintah juga mengubah sedikit aturan untuk level 4, yaitu dengan membuka 100 psrsen industri orientasi ekspor dan penunjangnya, namun tetap harus prokes ketat. Jika ditemukan klaster maka ditutup lima hari.
Tempat ibadah juga diperbolehkan buka dengan 25 persen kapasitas atau 30 orang. Tetap juga harus dipastikan prokes berjalan ketat.
Untuk diketahui, dilihat dari perkembangannya, jumlah angka positif Covid-19 semakin menurun berkat PPKM. (*/KK)
Editor : Bambang Irawan