Kepala Pusat Penelitian Teknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan bencana-bencana ini seperti arisan, karena bencana alam seperti gempa bumi, longsor, banjir, dan sebagainya bisa terjadi di wilayah mana saja di Indonesia. "Seluruh wilayah Indonesia dipenuhi retakan-retakan akibat tektonik itu yang notabene menjadi sumber gempa," kata Eko, dalam keterangannya, Selasa (19/1).
Eko menegaskan, perulangan gempa relatif lama misalnya 50 tahun atau bahkan lebih sehingga orang-orang mudah melupakannya. Itulah pentingnya edukasi terus menerus mengenai mitigasi bencana.
Hal lain yang ia soroti adalah aspek bangunan yang aman atau tahan gempa. Sering kali sebuah rumah dibangun hanya memperhatikan aspek estetikanya saja tanpa melibatkan faktor-faktor kebencanaan seperti ketahanan akan guncangan.
Sementara membangun ulang rumah atau memperkuat bangunan yang sudah ada bisa membutuhkan biaya mahal. Eko juga mendorong masyarakat untuk memiliki satu ruang aman yang bisa digunakan sebagai tempat berlindung tatkala gempa terjadi.
Mengenai bencana hidrologi, Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari. Peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Iwan Ridwansyah mengatakan, masyarakat perlu menambah kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.
Warga mencari barang-barang di reruntuhan rumah akibat terjangan banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Bencana banjir di Kalimantan Selatan telah mengakibatkan 27.111 rumah terendam dan 112.709 warga mengungsi di 7 kabupaten/Kota, sementara di Kabupaten Sumedang terjadi tanah longsor di Desa Cihanjunag Kecamatan Cimanggung," kata Iwan.
Ia menegaskan, bencana hidroklimatologi juga mengakibatkan banjir bandang dan cuaca buruk lainnya. "Untuk mengurangi dampak bencana di masa depan, perencanaan tata ruang Kabupaten/kota yang berada pada potensi bencana tinggi harus didesain ulang berdasarkan analisis ilmiah berbasis kebencanaan," kata dia lagi.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Rabu 20 Januari 2021 dengan judul : 136 Bencana Terjadi Sejak Januari, Banjir Paling Banyak