"Kadin bersama PISAgro siap melaksanakan arahan Presiden untuk meningkatkan pendampingan kepada dua juta petani pada 2023," kata Franky Rabu (18/11/2020) pagi tadi.
Menurut Franky, meningkatkan produktivitas para petani sekaligus mencapai ketahanan pangan tidaklah mudah karena ada sejumlah kendala yang harus dihadapi, seperti ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, pembiayaan, pemasaran, irigasi, sarana penyimpanan hasil pertanian dan sarana- prasarana lainnya, serta kelembagaan.
Namun Kadin optimistis kendala tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan pola kemitraan yang dilandasi prinsip saling menguntungkan antara pemerintah, pengusaha, perbankan, petani melalui koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam rantai pasok terintegrasi.
Melalui PISAgro, Kadin menggagas model kerja sama inclusive closed loop dan membangun ekosistem berusaha. Model kemitraan ini merupakan sebuah skema kemitraan yang saling menguntungkan dari hulu-hilir sehingga keberlanjutan produksi terjaga dan petani sejahtera.
Dalam sistem inclusive closed loop, petani mendapatkan akses untuk membeli bibit dan pupuk yang benar; pendampingan kepada petani untuk menerapkan sistem pertanian yang baik (good practice agriculture); kemudahan akses pemberian kredit dari lembaga keuangan serta jaminan pembelian hasil petani oleh perusahaan pembina (off taker).
Franky menyebutkan melalui kemitraan PISAgro, produktivitas petani meningkat antara 40-76 persen dan pendapatan naik antara 50-200 persen. Skema ini sudah berhasil diterapkan terhadap komoditas kelapa sawit dan sudah mulai diikuti oleh komoditas lainnya seperti pada petani cabai di Garut, Jawa Barat.
"Kami berharap model inclusive closed loop ini dikembangkan di berbagai komoditas pertanian lainnya. Jika persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi petani, peternak dan nelayan bisa diatasi, pertumbuhan dan kontribusi sektor pertanian pada stuktur PDB akan terus meningkat," tutup Franky. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 18 November 2020 dengan judul Kadin targetkan beri pendampingan kepada 2 juta petani hingga 2023