Tito meyakini, efek memasang baliho tidak menambah dikenal publik, terhadap pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada 2020. Sebab menurut dia, mereka yang melihat baliho cenderung sama.
"Orangnya yang lewat-lewat itu saja. Tetapi kalau masker bisa masuk sampai ke gang-gang, ke pasar, tempat ibadah. Orang ngobrol pasti melihat muka. Sebetulnya yang pakai masker pasangan calon dia menjadi ajang promosi," ungkap Tito.
Tito juga menyampaikan, ada catatan penting dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, bahwa grafik penularannya cenderung mengalami penurunan, meski rangkaian Pilkada tengah berlangsung. Dia mencontohkan, daerah yang semula berstatus zona merah berubah menjadi zona orange atau kuning. Demikian juga yang semula zona orange berubah menjadi zona kuning, dan yang zona kuning bergerak menjadi zona hijau.
"Artinya Pilkada yang tadinya diperkirakan, dikhawatirkan akan menjadi media penularan, ternyata tidak terjadi. Artinya, korelasi antara Pilkada dengan penularan Covid-19 tidak langsung, yang memiliki korelasi adalah kepatuhan protokol. Sepanjang protokol Covid-19 dilakukan secara ketat dan pengawasan oleh Forkopimda dilakukan, itu bisa menekan (penyebaran)," tuturnya.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di merdeka.com hari Rabu 21 Oktober 2020 dengan judul : Mendagri Nilai Kampanye Bermasker Lebih Efektif dari Memasang Baliho