Dia mengingatkan sekolah jika terdapat anak didiknya ikut serta aksi vandalisme agar tidak memberikan sanksi dengan cara mengeluarkan mereka dari sekolah. Justru sebaliknya, Anies berujar pelajar tersebut perlu dibina lebih banyak atas tindakan yang telah mereka lakukan.
"Karena itu saya selalu sampaikan sudah tidak zaman lagi kalau anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah," tuturnya.
Anies mencontohkan, jika pemicu para pelajar ikut aksi demonstrasi karena pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja maka pihak sekolah dan instansi terkait perlu mengajak berdialog soal substansi yang dipermasalahkan.
Dengan cara seperti itu, Anies menilai pelajar akan terangsang untuk lebih kritis dan paham substansi atas segala tindakan yang akan dilakukan.
"Anak-anak justru dirangsang. Kalau ada anak yang peduli soal bangsanya bagus dong, kalau tidak peduli bangsanya yang repot. Sekarang diarahkan dengan tugas yang mendidik. Jadi kira-kira mindsetnya begitu," jelasnya.
"Kalau ada anak yang mau peduli bangsanya kita suka. Kalau ada langkah yang dikerjakannya salah, ya dikoreksi," sambung Anies.
Sementara itu, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) siswa yang terlibat rusuh saat demo. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hal itu merupakan sanksi tegas untuk memberikan efek jera.
"Nantinya akan kami koordinasikan. Karena kalau kita lihat di lapangan mereka seperti garang sekali. Melempar petugas, merusak fasilitas umum, seperti tidak ada takutnya," kata dia.
Koordinasi dengan Dinas Pendidikan setelah polisi mengamankan 1.377 orang yang berbuat onar di tengah-tengah aksi demonstrasi pengesahan RUU Cipta Kerja, Selasa (13/10). Yusri menerangkan, 80 persen diantaranya masih berstatus pelajar. Pihaknya telah memulangkan sebagian pendemo dengan syarat orangtua yang menjemput.
Dari hasil pemeriksaan, hampir semua orangtua tidak mengetahui anaknya mengikuti kegiatan unjuk rasa.
"Kami sudah sampaikan orangtuanya harus datang, biar tahu, biar sama-sama kita mengawasi anak-anak kita ini. Setiap kali ditanya orang tuanya rata-rata mengatakan tidak tahu anaknya melakukan seperti ini," ujar dia.
Yusi menerangkan, meminta orang tua untuk meningkat pengawasan. Menurut dia, orangtua dan Dinas Pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter anak.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di merdeka.com hari Kamis 15 Oktober 2020 dengan judul : Anies Ingatkan Pelajar Ikut Demo Harus Dididik Lebih Banyak Daripada Disanksi