Departemen Pertahanan AS juga tidak menapik ada faktor lain yang berkontribusi pada peningkatan jumlah bunuh diri dari anggota aktif dan cadangan militer AS itu yaitu penyebaran zona perang, bencana nasional di seluruh AS dan kerusuhan sipil yang telah terjadi di hampir semua bagian dari AS, terlebih lagi sejak kasus pembunuhan seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd pada tanggal 25 Mei lalu.
"Saya tidak dapat mengatakan secara ilmiah, tetapi yang dapat saya katakan adalah saya dapat membaca bagan dari grafik, dan jumlahnya telah meningkat dalam masalah perilaku terkait kesehatan.Kami tidak bisa mengatakan secara pasti itu karena Covid tapi ada korelasi langsung sejak virus dimulai angkanya benar-benar meningkat," kata Sekretaris Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy.
Sementara itu, Direktur Program Ketahanan Angkatan Darat AS, James Helis menyatakan, tingkat stres yang dibawa oleh pandemi COVID-19 telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bunuh diri yang dilakukan oleh Anggota Dinas dan cadangan militer AS.
"Kami tahu bahwa tindakan yang kami ambil untuk mengurangi dan mencegah penyebaran Covid dapat memperkuat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bunuh diri," kata Helis.
Namun sayangnya, Pentagon tidak merilis angka secara rinci terkait dengan meningkatnya jumlah angka kematian karena bunuh diri yang disebabkan karena pandemi itu.
Data WHO hingga hari Minggu, 27 September 2020 kemarin menyebutkan, jumlah kasus positif COVID-19 di Amerika Serikat (AS) tercatat lebih dari 7.1 juta kasus. Jumlah yang meninggal dunia karena Covid-19 mencapai 204.743 kasus. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Senin 28 September 2020 dengan judul Kasus Bunuh Diri Militer AS Karena COVID-19 Meningkat 20 Persen