Yang menarik dalam patroli kali ini prajurit TNI menemukan sebuah perubahan posisi pada salah satu patok batas wilayah, yaitu Patok 3. Ternyata patok ini sudah menjadi PB 02 dan posisinya kini juga bergeser ke titik koordinat 4° 10' 612" N, BT: 117° 51' 51,24" E. Padahal sebelumnya, ketika masih bernama Patok 3, posisinya terletak pada titik koordinat LU : 4° 10' 544" N, BT : 117° 51'49.62" E.
Dalam laporannya, tim patroli TNI menyebutkan, perubahan alias pergeseran posisi patok batas negara itu ternyata sama sekali tidak merugikan Indonesia, atau juga Malaysia karena perubahan atau pergeseran posisi patok batas kali ini justru ke arah atau posisi yang sebenar-benarnya dari batas kedua negara. Yakni pada posisi empat derajat sepuluh menit. Pergeseran dari posisi patok batas ini merupakan hasil revisi dari Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) bersama dengan juru ukur resmi dari Malaysia.
Sementara itu menurut Komandan Koramil 0911-02/Sebatik, Mayor Arm Mohammad Bakri, karena posisi patok batas kedua negara sudah kembali ke tempat yang sebenar-benarnya. Maka kini tugas TNI adalah melakukan pengawasan dan perawatan secara berkala agar tak terjadi pergeseran kembali. Perlu diketahui, pergeseran patok batas negara bisa berdampak sangat fatal. Kedua negara bisa berkonflik gara-gara patok tanda kedaulatan masing-masing negara. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Rabu 23 September 2020 dengan judul TNI Temukan Patok Batas Negara RI-Malaysia Bergeser ke Posisi Benar