Data pemerintah pada Selasa pekan ini mencatat, ada 80.450 orang berusia 100 tahun ke atas, jumlahnya bertambah 9.176 dari tahun lalu. Dengan jumlah sebanyak itu, maka rasionya sudah setara dengan 1 dari setiap 1.565 orang.
Angka-angka juga menunjukkan bahwa wanita di Jepang jauh lebih panjang umur hingga satu abad atau lebih daripada pria, yang merupakan 88 persen dari semua centenarian di Negeri Sakura ini. Jepang memiliki populasi usia tua yang naik dengan cepat, ditambah dengan angka harapan hidup rata-rata di sana juga mencapai rekor tertinggi.
Angka yang dirilis pemerintah menunjukkan, rata-rata perempuan Jepang diprediksi bisa mencapai usia hidup hingga 87,45 tahun dan laki-laki diperkirakan hidup sampai 81,41 tahun. Jepang mulai mendokumentasikan jumlah centenarian Sejak tahun 1963. Saat itu hanya ada 153 orang berusia 100 atau lebih di negara itu. Tapi 1988, angka itu membengkak menjadi 10.000.
Rahasia umur panjang
Orang tertua Jepang, Kane Tanaka yang berusia 117 tahun dari Fukuoka, dikonfirmasi sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Records tahun lalu. Ia lahir pada tahun 1903, tahun yang bersamaan dengan periode dua perintis penerbangan Orville dan Wilbur Wright saat membuat sejarah ketika berhasil menyelesaikan penerbangan bertenaga pertama di dunia.
Dia sekarang tinggal di panti jompo, di mana dia biasanya bangun jam 6 pagi, dan menikmati bermain permainan papan strategis Othello. Tanaka pernah mengatakan bahwa makan makanan enak dan berlatih matematika adalah rahasianya agar panjang umur.[]
Editor : Rusdi
*Berita/artikel ini, telah tayang di cnbcindonesia.com, dengan judul "Rekor! Ada 80.000 Penduduk Usia 100 Tahun di Jepang"pada Minggu (20/9/2020).