Tak hanya itu, Menko Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar insentif bagi sektor pariwisata dikaitkan dengan pengadaan vaksin mandiri apabila clinical trial atau uji coba klinis terhadap vaksin sudah selesai.
“Jadi masih menunggu clinical trial, untuk selanjutnya dibuat program yang terkait dengan sektor pariwisata,” ujar Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga Hartarto juga menuturkan dalam mengatasi semakin meluasnya kasus Covid-19, pemerintah turut meningkatkan kampanye mengenai kedisiplinan masyarakat yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau 3M.
Kemudian pemerintah juga akan menambah kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan seperti flat isolasi mandiri di Wisma Atlet serta kerja sama dengan hotel bintang dua
dan tiga untuk isolasi bagi yang tanpa gejala.
“Terkait fasilitas dari pelayanan kesehatan Bad Occupancy Ratio (BOR) ruang isolasi tercatat sebesar 59 persen dan Intensive Care Unit (ICU) sebesar 63 persen,” kata Airlangga Hartarto.
Sekadar informasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) telah mengembangkan Non-PCR Diagnostic Test Covid-19, PCR Test Kit, dan Sistem Informasi dan Aplikasi berbasis AI.
Untuk RT-PCR Test Kit bernama BioCov-19 yang dikembangkan oleh BPPT, Nusantics Genetics, I3L, divalidasi oleh Balitbangkes dan LB Eijkman. Kemudian nantinya registrasi akan dilakukan oleh PT Biofarma, termasuk produksi hingga distribusi.
Sementara, Rapit Diagnostic Test Kit Antibodi (RDT Kit) IgG/IgM juga tengah masuk uji validasi.
"Betul, saat ini sedang uji validasi dengan Kementerian Kesehatan," kata Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.
Dikatakannya, untuk rapid test ditargetkan akhir bulan akan diproduksi 50 ribu hingga 100 ribu untuk tujuan validasi. Setelahnya baru diproduksi secara massal.
Sedangkan terkait PCR test kit sejak akhir bulan Mei lalu akan diproduksi 50 ribu unit. Hal ini untuk membantu upaya pemerintah melakukan test PCR secara masif sesuai dengan target Presiden di mana ada 10.000 tes per hari.
Berdasarkan perhitungan BPPT, kapasitas produksi ventilator di Indonesia mencapai 100 unit per pabrik per minggu. BPPT juga menargetkan laboratorium Biosafety Level (BSL) II ditargetkan beroperasi 20 Mei 2020 di Rumah Sakit Wisma Atlet dengan kapasitas pemeriksaan 250 sampel per hari.
Editor : Rusdi
*Berita/artikel ini, telah tayang di Akurat.co, dengan judul "Pemerintah Segera Tentukan Harga Jasa PCR Test Swasta," pada Selasa 14 September 2020.