Jakob Oetama, merupakan jurnalis senior kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931. Ia merupakan putra pertama dari 13 bersaudara. Sang ayah yakni Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo, diketahui merupakan seorang pensiunan guru di salah satu sekolah rakyat di Sleman, Yogyakarta.
Sebelum menggeluti jurnalistik, Jakob sempat jadi guru, setelah menyelesaikan SMAnya. Saat itu, ia sempat mengajar di beberapa sekolah. Seperti SMP Mardiyuana, Cipanas, tahun 1952-1953; Sekolah Guru Bantu (SGB) di Bogor, Jawa Barat, tahun 1953-1954; dan SMP Van Lith, Jakarta tahun 1954-1956.
Lama berkecimpung di dunia pendidikan, Jakob kemudian melanjutkan kariernya di dunia jurnalistik. Pada tahun 1956, Jakob mulai bekerja sebagai redaktur di Mingguan Penabur Jakarta. Saat itu, ia juga turut melanjutkan kembali pendidikannya di Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), dan lulus pada tahun 1961.
Seiring berjalannya waktu, karier Jakob terus melejit. Ia bersama rekannya yakni PK Ojong, mendirikan majalah bersama 'Intisari' pada tahun 1963. Kemudian, pada 28 Juni 1965, keduanya pun kembali mendirikan perusahaan penerbitan yaitu 'Harian Kompas'.
Di perusahaannya tersebut, Jakob juga sempat menduduki beberapa posisi. Seperti ketua editor Harian Kompas, Pemimpin Umum/Redaksi Kompas, hingga jabatan terakhirnya yakni sebagai Presiden Direktur Kelompok Kompas Gramedia.[]
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, telah tayang di Akurat.co, dengan judul "5 Fakta Penting Jakob Oetama, Anak Seorang Guru yang Jadi Pendiri Kompas Gramedia," pada Rabu 9 September 2020.