Kedua ayat di atas menjadi pegangan kita sebagai hamba-Nya agar kita semua yakin bahwa rejeki kita dijamin oleh Allah. Masalahnya, apa dan bagaimana caranya rejeki itu selalu bersama kita dan tidak sulit meraihnya? Padahal, kita semua tahu, rejeki, jodoh, dan maut adalah mutlak hak prerogatif Allah. Lalu, bagaimana cara membuka rahasia rejeki agar kita hidup tidak diimpit kesulitan demi kesulitan?
Kalau kita telusuri Alquran, kita akan dapat pengertian rejeki sebagai segala sesuatu yang bermanfaat, berdaya guna bagi setiap hamba-Nya, serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan. Rejeki juga berarti anugerah, karunia, atau pemberian dari Allah SWT untuk para hamba-Nya.
Dengan bahasa lain, rejeki merupakan segala sesuatu yang dapat menunjang kelangsungan hidup manusia dan mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik lagi. Hal ini sesuai firman-Nya dalam surah ar-Rum: 40.
Banyak diantara kita beranggapan bahwa rejeki semata-mata hanya berupa uang, harta, dan benda. Padahal, itu hanya sebagian kecil saja. Sebagian besarnya meliputi semua apa yang ada di dalam kehidupan manusia. Berupa waktu, kesehatan, kebahagiaan, kebersamaan, persatuan, kesempatan, kerukunan, kecerdasan, keluarga, lingkungan yang baik, dan masih banyak lagi lainnya. Semua itu adalah rejeki yang Allah berikan kepada kita semua.
Padahal, jelas disebutkan ada dua syarat utama untuk mendapatkan rejeki yang mulia dan langgeng sesuai firman-Nya: “Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rejeki yang mulia.” (QS al-Hajj: 50).
Nah, dari sinilah rahasia keajaiban rejeki terbuka. Sayangnya, kita tahu kuncinya tapi kita tak mau menjalankannya dengan baik dan benar. Rejeki pun sering menjauhi kita. Lalu, bagaimana caranya? Secara sederhana, maknai iman dan amal saleh sebagai the power of belief (kekuatan keyakinan) dan the power of attitude (kekuatan akhlakul karimah). Dua kunci ini bagai dua sisi mata uang. Tak bisa dipisahkan.
Beriman tak beramal saleh bagai pohon tak berbuah. Beramal saleh tetapi tak beriman bagai buah tak ada rasanya sehingga percuma saja hasilnya. Lalu, bagaimana jika kita sampai saat ini masih saja kesulitan rejeki?
Pertama kali yang mesti kita cek adalah seberapa disiplin kita dalam menjalankan rukun iman, terutama sekali shalat kita. Jika shalat kita baik, akan baik pula rejeki kita. Demikian sebaliknya. Jika ini yang dipahami sejak awal maka rahasia keajaiban rejeki akan terbuka dan bisa diamalkan oleh siapa saja. Wallahu a’lam. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Jumat 4 September 2020 dengan judul Keajaiban Rejeki