Dan yang paling menggegerkan, dua markas kepolisian diserang, yakni Markas Polsek Pasar Rebo dan Markas Polsek Ciracas. Yang terparah terjadi di Polsek Ciracas, kelompok tak dikenal itu berlaku sangat brutal, datang menyerang, mengacungkan senjata, merusak, membakar mobil lalu pergi.
Cukup lama juga terungkap siapa dalang di balik penyerangan besar-besaran itu, meskipun di masyarakat sudah muncul berbagai spekulasi tentang pelakunya.
Akhirnya beberapa jam kemudian, Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman buka suara dan menyebut pelaku merupakan oknum prajurit TNI.
Yang paling mengejutkan lagi, berdasarkan keterangan Mayjen TNI Dudung seperti dikutip dari viva.co.id, penyerangan yang dilakukan lebih dari 100 prajurit TNI itu sebenarnya dipicu oleh sebuah informasi palsu alias bohong yang disebarkan seorang prajurit Angkatan Darat berinisial Prada MI.
Jadi menurut Mayjen TNI Dudung, pergerakan 100 prajurit TNI dalam penyerangan itu adalah sebuah kesalahan dalam memaknai jiwa korsa. Sebab, prajurit yang terlibat dalam penyerangan itu, percaya begitu saja pada informasi palsu yang disebarkan Prada MI terkait kecelakaan tunggal yang dialaminya hingga dia terluka dan dirawat di rumah sakit.
Prada MI mengalami kecelakaan lalu lintas, lalu dia menyebarkan informasi palsu kepada teman-teman seangkatannnya di Tamtama 2017 dengan mengarang cerita bahwa dia terluka akibat dikeroyok sejumlah orang tak dikenal di lampu merah Arundina Cibubur, Jakarta Timur pada Kamis 27 Agustus tengah pekan lalu.
"Murni kecelakaan tunggal, informasi yang diberikan kepada rekan-rekannya informasi yang salah, sehingga diterima rekan-rekan dengan jiwa korsa yang berlebihan, meski mendapatkan informasi tak akurat," kata Mayjen TNI Dudung.
Setelah mendapatkan informasi terkait adanya pergerakan itu, TNI langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dari kasus itu.
Penyelidikan pun dilakukan, mulai dari meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. Kemudian memeriksa hasil rekaman kamera CCTV. Lalu memeriksa hasil visum tim dokter. Dan mengkonfirmasi langsung kepada Prada MI. Hasilnya apa? 9 saksi menyatakan kecelakaan tunggal, rekaman CCTV juga memperlihat Prada MI kecelakaan tunggal. Visum juga mengeluarkan hasil yang sama.
"Kita konfirmasi ke yang bersangkutan dan secara jujur yang bersangkutan mengakui kecelakaan tunggal," kata Mayjen TNI Dudung.
Salah satu bukti yang menguatkan Prada MI memang kecelakaan tunggal ialah pesan yang disampaikannya kepada komandannya yang bertuliskan dia mengalami kecelakaan tunggal. Sangat berbeda jauh dengan isi pesan palsu yang disiarkan di grup pertemanannya.
Namun, hasil penyelidikan yang telah dilakukan TNI diabaikan begitu saja karena para pelaku sudah keburu terbakar nafsu akibat info palsu.
Lalu siapa sosok Prada MI yang diduga pembuat informasi palsu itu dan apa motifnya?
Informasi yang dihimpun , diketahui Prada MI merupakan prajurit TNI yang bertugas di Direktorat Hukum Angkatan Darat. Setelah kecelakaan itu dia mendapat perawatan di dua rumah sakit berbeda.
TNI sedang melakukan investigasi untuk mengungkap alasan atau motif Prada MI membuat informasi palsu yang telah memicu terjadinya penyerangan, menimbulkan kerugian dan meresahkan masyarakat itu. Sejauh 6 orang teman Prada MI sudah diamankan POM TNI Kodam Jaya, mereka merupakan penerima info palsu dari Prada MI. (*)
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Minggu 30 Agustus 2020 dengan judul Ini Oknum TNI Diduga Pemicu 100 Prajurit Ngamuk di Ciracas