Enam Tahun Kuliah, Yanto Basna Lulus dan Diwisuda dari Thailand Tanpa Toga
3 menit baca1.201 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Rudolof Yanto Basna secara de jure telah menjadi sarjana dengan titel SPd per Juni 2020, tetapi baru diwisuda Sabtu (29/8/2020) siang kemarin.
Sama seperti proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Yanto Basna dan beberapa mantan pemain timnas Indonesia U-19 menjalani wisuda secara daring.
Namun pada wisuda online kali ini, Yanto Basna beda dengan lulusan lainnya untuk busananya. Pemuda asli Sorong, Papua ini diwisuda tampa memakai toga seperti lulusan lainnya pada momen penting ini. "Puji Tuhan wisuda hari ini berjalan lancar, walaupun secara online," tulis Yanto Basna via akun Facebook miliknya.
"Walaupun pakaian beda sendiri, dikarenakan dari pihak kampus tidak bisa mengirim toga dan yang lain ke thailand. Terima kasih Universitas Negeri Yogyakarta buat 6 tahunnya," imbuhnya.
Sejak pandemi Covid-19 dan Liga Thailand dihentikan, Yanto Basna tak bisa pulang ke Indonesia. Pemain PT Prachuap FC itu tertahan di Thailand sampai kini.
Namun, Rudolof Yanto Basna SPd berhasil lulus dari Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY dengan titel sarjana pendidikan. "Puji Tuhan, selama hampir enam tahun, saya telah dinyatakan lulus ujian sidang skripsi walaupun secara online. Tetapi, ini tidak mengurangi sukacita di hati," tulis Yanto Basna pada Juni 2020.
"Ini adalah salah satu beban untuk saya pribadi selama berkarier pada dunia sepak bola profesional. Tetapi akhirnya, saya bisa melewati hari ini dengan baik dan ini adalah salah satu target pribadi yang tercapai."
Menurut Yanto Basna dalam unggahannya itu, dia ingat memori 10 tahun lalu ketika dia akan berangkat ke Uruguay.
Yanto Basna menuliskan kalau papa, mama, dan adik-adiknya duduk di ruang tamu rumahnya dan sang ayah bertanya: "Ko (kamu) mau main bola atau sekolah?"
"Sa (saya) tanpa pikir panjang bilang: sa (saya) mau main bola." Menurut Yanto Basna, itu dikatakan ke sang ayah karena waktu itu keberangkatan ke Uruguay sudah di depan mata.
"Terus bapak bilang oke, karena itu keputusan saya dan sejak saat itu keluarga mendukung," tutur Yanto Basna. "Tetapi, bapak bilang dengan syarat, sepak bola 60 persen dan sekolah 40 persen, tidak boleh ditinggalkan salah satu," ujarnya dalan unggahan itu.
"Jadi, ada sesuatu yang harus dia tekuni dengan sungguh-sungguh yaitu talenta, walau tidak mengesampingkan hal penting lainnya yaitu pendidikan." tegasnya
Yanto Basna lalu menuliskan, semua nasehat dari kedua orang tuanya agar menekuni salah satu yang menjadi bidang pilihannya tak boleh setengah-setengah. "Kalau untuk pendidikan saya, cerita terlalu panjang. Karena, apa yang Tuhan lakukan sungguh luar biasa," tutur Yanto Basna pada unggahan ini.
Yanto Basna sudah tiga musim di Liga Thailand kariernya naik serta memiliki prospek bagus. Musim 2018, Yanto Basna membela Khon Kaen FC pada kasta kedua Liga Thailand atau Thai League 2 dan selalu dimainkan sepanjang musim.
Pada Liga Thailand 2019, dia gabung Sukhothai FC dan tak terlalu banyak main pada Thai League 1. Semua itu beda pada Thai League 1 2020, Yanto Basna gabung PT Prachuap FC dan selalu jadi pilihan utama.
Empat pekan sebelum Liga Thailand 2020 ditangguhkan karena pandemi Covid-19, Yanto Basna selalu main penuh sebagai starter.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di skor.id hari Minggu 30 Agustus 2020 dengan judul Yanto Basna Raih Cum Laude dan Jadi Sarjana, tetapi Tampil Beda saat Wisuda










