Berpuasa pada bulan Muharram memiliki derajat yang tinggi setelah puasa Ramadan. "Seutama-utamanya salat setelah salat wajib adalah salat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-utamanya puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram," bunyi HR Muslim.
Sama seperti ibadah lainnya, puasa Asyura juga memiliki cerita di baliknya. Dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com, sejarah puasa Asyura bahkan telah ada sebelum puasa Ramadan diwajibkan.
Dikisahkan, Rasulullah SAW mulanya berpuasa di hari Asyura saat berada di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Namun, saat itu Nabi belum memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa di hari Asyura.
Baru-lah saat hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad bertemu orang Yahudi yang berpuasa Asyuro. Puasa itu dilakukan sebagai rasa syukur Nabi Musa AS di hari Asyura, di mana Allah SWT menyelamatkan Bani Israel dari ancaman musuh. Pertemuan dengan orang Yahudi itu pun membuat Nabi Muhammad ikut memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura. Baru-lah saat puasa Ramadan diwajibkan pada tahun kedua Hijriah, Nabi Muhammad tak lagi memerintahkan puasa Asyura.
Kendati demikian, Rasulullah tidak melarang puasa Asyura dilakukan. Puasa ini menjadi berhukum sunah untuk dilakukan. "Maka tatkala puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah bersabda, 'Siapa yang suka puasa di hari Asyura silakan ia berpuasa, dan siapa yang tidak suka, boleh meninggalkannya'," bunyi HR Muslim.
Puasa di bulan Muharram memiliki banyak keutamaan. Puasa di bulan Muharram merupakan puasa pertama di tahun Hijriah, sebagai puasa yang utama setelah Ramadan. Puasa Asyura juga disebut sebagai doa atau pengharapan. Dengan menjalankan ibadah sunah puasa Asyura, Allah SWT akan menghapus dosa umat Muslim yang dilakukan setahun yang lalu. "Adapun puasa Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya," kata Rasulullah SAW dalam HR Muslim.
Sama seperti puasa lainnya, puasa Asyura juga diawali dengan bacaan niat. Setelah melafalkan niat, umat Muslim diharuskan untuk menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa hingga waktu berbuka saat matahari terbenam.
Berikut bacaan niat puasa Asyura:
???????? ?????? ???? ???? ??????? ??????? ???? ??????? ????? ????????
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.
Artinya:
Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah SWT. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Jumat 28 Agustus 2020 dengan judul Puasa Asyura: Sejarah, Keutamaan, dan Bacaan Niat