Untuk itu, ia meminta publik membandingkan capaian Pertamina dengan perusahaan migas lainnya itu.
"Kalau kita bandingkan dengan Exxon dan ENI, malah perusahaan yang lain itu jauh lebih rugi (dibandingkan Pertamina). Jadi tolong dibandingkan dengan perusahaan lain," tutur Erick dikutip Korankaltim.com, dari CNBC Indonesia, Jumat (28/8/2020).
Erick mengungkap, kerugian ini juga dikarenakan faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan turunnya harga minyak. Apalagi, sebelum harga minyak turun, Pertamina sudah membeli minyak dengan harga tiga bulan sebelumnya.
Selain itu, daya beli masyarakat juga menurun, sehingga juga mempengaruhi permintaan produk BBM perseroan.
"Tapi saya yakini Direksi Pertamina dengan Komisaris mencari jalan supaya Pertamina lebih baik. Kita tunggu saja, kan mungkin tinggal empat bulan bukunya," tuturnya.
Meski mencatatkan kerugian, menurutnya tak lantas pihaknya akan mengganti Direksi Pertamina. Dia masih meyakini jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina punya komitmen untuk memperbaiki kinerja perseroan.
"Nah, saya tidak melihat ada perubahan di Direksi Pertamina ataupun Komisaris Pertamina ya, karena saya yakini Direksi dan Komisaris punya komitmen yang baik untuk memperbaiki Pertamina. Kita harus kasih waktu," tuturnya.
Menurutnya, selama Pertamina masih menyediakan BBM untuk publik, melakukan efisiensi, dan terus mengerjakan proyek kilang dan lainnya, dia menganggap tidak ada masalah di perseroan.
"Banyak hal yang sudah dilakukan Pertamina, apakah sempurna? nggak, karena kondisi Covid-19 ini juga baru, semua terdampak," ungkapnya.
Dia pun menuturkan pihaknya tidak akan membiarkan Pertamina merugi begitu saja. Pihaknya juga akan mencari solusi bersama untuk memperbaiki kinerja Pertamina.
"Jadi, sangat sepakat bagaimana tantangan BUMN tahun depan, bagaimana dividen target Rp 26 triliun (bisa dicapai), itu tantangan buat kita, ya kita cari jalan," ujarnya.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, telah tayang di cnbcindonesia.com, dengan judul "Pertamina Rugi, Erick: Bandingkan dengan Perusahaan Lain!," pada Kamis 27 Agustus 2020.