Ini Orang Indonesia yang Divaksin Corona Lebih Dulu oleh Bio Farma
2 menit baca171 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, Jakarta -Vaksin corona sedang diuji klinis dan ditargetkan bisa diproduksi massal pada tahun 2021. Lalu, siapa orang pertama yang bakal mendapat vaksin Covid-19 lebih dulu di Indonesia?
PT Bio Farma (Persero) yang sedang melakukan uji klinis vaksin ini mengakui, untuk tahap awal belum mampu untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Manajer Senior Integrasi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma, Neni Nurainy mengatakan untuk tahap awal vaksin akan diprioritaskan lebih dulu untuk pihak-pihak yang memang perlu divaksin.
"Kita tidak mungkin dengan kapasitas sekarang bisa menyediakan vaksin 170 juta ke seluruh masyarakat Indonesia yang tadi 70%. Jadi kita harus melakukan prioritas, jadi mungkin di awal itu ketika kita boleh produksi mungkin hanya beberapa puluh juta yang kita bisa targetkan dulu untuk masyarakat," katanya dalam webinar bertajuk 'COVID-19 dan Prospek Vaksin untuk Indonesia', Jumat (14/8/2020), dilansir dari CNNIndonesia.com.
Berdasarkan kajian dari Kementerian Kesehatan, kemungkinan yang diproritaskan lebih dulu untuk divaksin adalah tenaga kesehatan. Sebab mereka yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pasien terpapar Covid-19.
"Kita akan prioritaskan berdasarkan kajian dari Kementerian Kesehatan. Tentunya kita harapkan itu kita targetkan rekan-rekan para tenaga kesehatan yang jadi frontline dari Covid-19," sebutnya.
Selain tenaga kesehatan, Direktur Utama Lipotek Australia Ines Atmosukarto menyarankan agar memprioritaskan masyarakat yang profesinya mengharuskan bertemu banyak orang.
Mereka yang bertugas untuk mengamankan negara seperti kepolisian, abri, juga dinilai harus jadi prioritas.
"Kita harus memikirkan siapa yang paling bertemu dengan banyak orang karena semakin kita bertemu dengan banyak orang, kemungkinan kita kena semakin menambah. Jadi harus ada identifikasi, siapa dan pekerjaan apa yang paling rawan dan pekerjaan mana yang berhubungan dengan ketahanan negara tentunya dari polisi, ABRI, itu saya rasa nanti ada prioritasnya yang harus disusun," ucapnya.
Sebagai informasi, untuk tahap awal Bio Farma baru bisa memproduksi 30-40 juta vaksin. Sedangkan Indonesia membutuhkan vaksin untuk mengimunisasi 160-190 juta orang. Ditambah setiap orang membutuhkan 2 kali vaksin, sehingga butuh 320-380 juta vaksin untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
"Januari-Februari kita bisa mulai menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan COVID-19 Erick Thohir dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (7/8).
Editor: M.Huldi
Berita sudah tayang di CNNIndonesia.com, Sabtu 15 Agustus 2020 dengan judul "Ini Orang Pertama di RI yang Bakal Dapat Vaksin Corona"










