Ia menyebut pelaku industri penerbangan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, tumbuh kepercayaan masyarakat terbang di tengah pandemi. Bermodal kepercayaan tersebut, ia yakin penumpang pesawat bakal tetap merasa aman meski tak diharuskan menyertakan surat keterangan sehat. Kepercayaan yang dimaksudnya tercermin dari kenaikan trafik penerbangan yang stabil. "Dengan kondisi sekarang (trafik) sudah tumbuh 40 persen, berharap step by step (sedikit demi sedikit) akan meningkat terus," lanjutnya.
Senada, Ketua Bidang Kargo INACA Muhammad Ridwan menyebut beban biaya rapid test kerap menjadi alasan calon penumpang mengurungkan niatnya. Menurut dia, di tengah lesunya perekonomian saat ini, pembebasan biaya sekecil apa pun akan berdampak besar terhadap permintaan penerbangan. "Cost menjadi beban juga, meski sehat dengan kondisi ekonomi sekarang orang menjadi enggan (bepergian), rapid menambah beban tiket," ucap Ridwan seperti dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com.
Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin menyebut pemerintah harus mengkaji dominasi kebutuhan masyarakat sebelum mengambil keputusan.
Jika dominan kebutuhan masyarakat adalah mobilitas, ia menilai persyaratan wajib rapid test dapat dievaluasi. Namun, jika dominasi ada pada urusan kesehatan, sebaiknya peraturan tetap diterapkan. "Kembali lagi pada akhirnya disiplin pelaku baik yang terbang, mau pun yang menerbangkan atau yang menyiapkan penerbangan. Kalau bisa terjadi, positif lah," ungkap Awaluddin.
Sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan tengah berencana menghapuskan kewajiban rapid/PCR test bagi calon penumpang pesawat. Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito belum dapat banyak jawab soal landasan keputusan tersebut dan kapan protokol baru akan diimplementasikan. "Masih dibahas dan belum selesai," ucap Wiku. (*)
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Kamis 13 Agustus 2020 dengan judul Industri Penerbangan Sambut Wacana Hapus Syarat Rapid Test