Hal ini diumumkan oleh Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira.
Hadi Purwanto sempat dirawat beberapa hari di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin sebelum meninggal dunia.
"Salah satu pejabat kami, yaitu Sekretaris Bappeda Kalsel meninggal dunia akibat Covid-19," ujar Nurul Fajar Desira dalam video conference bersama sejumlah wartawan, Rabu (5/8/2020), dilansir dari kompas.com.
Fajar tidak menampik saat ini di Bappeda Kalsel sudah terjadi klaster penyebaran Covid-19.
Pasalnya, dalam uji swab yang dilakukan terhadap 120 pegawai beberapa waktu lalu, terdapat 33 orang yang dipastikan terinfeksi Covid-19.
"Secara umum memang benar telah terjadi penyebaran covid-19 di Kantor Bappeda Kalsel," bebernya.
33 pegawai yang terinfeksi Covid-19 tersebut memang berdomisili di daerah yang angka penularannya cukup tinggi, seperti di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Fajar pun memperkirakan, pegawainya terinfeksi Covid-19 dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kantor Bappeda Kalsel, Fajar telah melakukan upaya tracing terhadap seluruh keluarga para pegawai.
Dari hasil tersebut, didapati tujuh orang anggota keluarga pegawai Bappeda yang terinfeksi Covid-19.
"Orang-orang ini langsung kita karantina di Banjarbaru dan Banjarmasin," katanya.
Berdasarkan corona.kalselprov.go.id, hingga Rabu (5/8/2020), ada 6.411 kasus orang tertular Covid-19 di Kalimantan Selatan.
Sebanyak 2.381 orang di antaranya masih menjalani perawatan dan menjalani isolasi mandiri.
Pasien yang sudah dinyatakan sembuh mencapai 3.731 orang. Sedangkan 299 pasien lainnya meninggal dunia.
Editor: M.Huldi
Berita Ini Sudah Tayang di kompas.com, Rabu, 5 Agustus 2020 dengan judul "Sekretaris Bappeda Kalsel Meninggal Dunia karena Terinfeksi Covid-19".