"Sesar Mangkalihat merupakan salah satu sesar aktif yang patut diwaspadai di Kalimantan. Berdasarkan hasil skenario model guncangan gempa berkekuatan M 7.0, maka terdapat beberapa wilayah yang dapat terdampak guncangan signifikan," kata Daryono dalam keterangan resmi seperti dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com.
Di wilayah Balikpapan dapat terdampak guncangan dengan intensitas III-IV MMI, wilayah Samarinda dengan intensitas V MMI, sementara untuk daerah yang dekat dengan sumber gempa dapat terdampak guncangan mencapai skala intensitas VII-VIII MMI. Artinya, berpotensi terjadi kerusakan tingkat sedang hingga berat.
Sedangkan secara geologi dan tektonik, provinsi Kalimantan Timur kata Daryono terdapat tiga struktur sesar sumber gempa di antaranya Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster. "Hasil monitoring kegempaan oleh BMKG terhadap Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan masih aktif," ujar Daryono. "Tampak dalam peta sesismisitas pada dua zona sesar ini aktivitas kegempaannya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur," sambungnya.
Daryono pun membeberkan rentetan sejarah gempa signifikan dan muncul kerusakan yang cukup terjadi di wilayah Kalimantan Timur. BMKG mencatat setidaknya sudah ada tujuh kali gempa signifikan dengan rinciana :
1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang pada 14 Mei 1921 yang menimbulkan kerusakan sedang hingga berat mencapai VII-VIII MMI. Gempa kuat ini diikuti tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang.
2. Gempa Tanjung Mangkalihat pada16 November 1964, berkekuatan M 5,7.
3. Gempa Kutai Timur pada 4 Juni 1982, berkekuatan M 5,1.
4. Gempa Muarabulan, Kutai Timur pada 31 Juli 1983, berkekuatan M 5,1.
5. Gempa Mangkalihat pada 16 Juni 2000, berkekuatan M 5,4.
6. Gempa Tanjungredep pada 31 Januari 2006 berkekuatan M 5,4.
7. Gempa Muaralasan, Berau pada 24 Februari 2007, berkekuatan M 5,3.
"Gempa Berau yang terjadi kemarin menarik untuk dicermati. Kita dapat diambil pelajaran bahwa catatan gempa signifikan tersebut di atas dapat mengalami pengulangan karena sifat gempa yang memiliki periode ulang. Dengan demikian, daerah yang pernah mengalami gempa kuat pada masa lalu dapat kembali terjadi pada masa yang akan datang," jelas Daryono.
Oleh sebab itu, Daryono menghimbau kepada masyarakat untuk wajib membangun-bangunan tahan gempa serta mengedukasi warganya bagaimana cara menyelamatkan diri aat terjadi gempa bumi. (*)
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com dengan judul BMKG Ungkap Sesar Mangkulihat, Potensi Gempa Besar Kalimantan pada Kamis (16/7/2020).