Pertama, ia mengimbau agar setiap orang menggunakan masker. Adapun pemakaiannya harus dilakukan dengan tepat, yakni menutupi hidung dan mulut sehingga tidak ada celah sama sekali.
“Saat akan memasang masker, pastikan tangan dalam keadaan bersih,” katanya seperti dikutip dari tempo.co.
Setiap orang juga disarankan untuk memakai kacamata atau pelindung wajah sebab berguna untuk melindungi area mata dari percikan air liur pasien positif Covid-19. “Yang paling penting diproteksi itu adalah mulut, hidung, dan mata. Jadi, selain pakai masker, bisa pakai kacamata atau face shield,” jelas Andri.
Bagaimana dengan penggunaan sarung tangan? Andri mengatakan bahwa banyak orang bertanya tentang efektivitasnya. “Menurut saya, tidak perlu menggunakan sarung tangan karena kita punya refleks untuk menyentuh barang di sekitar, kemudian memegang area wajah. Ini justru meningkatkan risiko,” sebut Andri.
Adapun, penggunaan topi atau penutup kepala diperbolehkan. Secara khusus ini bisa melindungi rambut dari menempelnya virus sehingga tidak perlu mencuci rambut. “Tapi mandi tetap penting setelah pulang dari rumah sakit. Jangan lupa, pakaian dan kacamata atau face shield ikut dicuci dengan sabun,” katanya.
Mematok jarak sosial dengan dokter dan pasien lain juga diimbau oleh Andri. Begitu pula dengan membawa serta hand sanitizer di dalam tas selama bepergian ke rumah sakit. “Ini bentuk pencegahan tapi akan lebih baik jika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” papar Andri.
Andri berharap tips yang diberikannya membuat orang tidak takut dan lebih nyaman untuk pergi ke rumah sakit. “Jangan lagi menunda ke rumah sakit jika memang dibutuhkan agar penyakit yang membutuhkan pengobatan tidak jadi terbengkalai,” pungkas Andri. (*)