Terkait Wacana Pemindahan Ibu Kota, BNPB Sebut Kalimantan Aman dari Gempa
2 menit baca5.498 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, Jakarta-- Wacana pemindahan ibu kota kini kembali digulirkan pemerintah. Sejumlah lokasi di luar Jawa disebut-sebut tepat menggantikan Kota Jakarta.
Rencana ini juga jadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kalimantan disebut menjadi daerah paling potensial.
Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengakui bahwa wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan merupakan isu strategis. Dari kaca mata kebencanaan, Sutopo melihat bahwa wilayah Kalimantan memang minim ancaman kegempaan dibandingkan daerah lainnya.
"Kalimantan memang aman dari gempa," kata Sutopo, melalui akun Twitternya, Senin (29/4).
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan ibu kota Jakarta akan pindah ke luar Pulau Jawa.
Pemerintah terus matangkan rencana pemindahan ibukota Indonesia. Kajian tahap awal dari Bappenas pemilihan wilayah ibukota mengerucut pada 3 kandidat, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.
Kepastian itu diputuskan usai rapat pembahasan ibu kota baru di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019) dikutip dari cnnindonesia.com
Waspada makelar tanah
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai wacana yang terus berulang dari setiap pemerintahan ini harus dipantau secara serius. Jangan sampai, kata dia, wacana ini muncul tanpa kajian, seperti yang dilakukan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
"Pertama-tama tentu yang harus diamankan adalah tanah, jangan sampai makelar masuk dan menguasai tanah di sana," kata Agus dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/4).
Agus mengakui bahwa perencanaan pemindahan ibu kota bukan hal yang mudah. Pemindahan ibu kota, kata dia, butuh kajian bertahun-tahun, seperti yang dilakukan banyak negara lain mulai dari Malaysia hingga Afrika Selatan.
"Harus dapat dipastikan berapa luas lahan yang dibutuhkan, berapa anggarannya. Lintas sektoral harus memberikan kajiannya, belum dapat kita lihat saat ini," kata dia.
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro telah memastikan taksiran biaya pemindahan ibu kota. Jika dipindahkan ke Kalimantan, maka setidaknya butuh dana sebesar US$23-33 miliar atau setara Rp323 triliun-Rp466 triliun.
Bambang juga mengatakan setidaknya ibu kota baru membutuhkan 40 ribu hektare (ha) lahan untuk menampung penduduk di ibu kota baru sekitar 1,5 juta orang.
Jumlah penduduk itu akan terdiri dari para pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta para anggota keluarga dan pelaku ekonomi pendukung. Estimasinya, pemerintah membutuhkan sekitar 5 persen dari total lahan, pelaku ekonomi 15 persen, infrastruktur 20 persen, pemukiman 40 persen, dan ruang terbuka hijau 20 persen. (*)










