Bagi Aqsa ini merupakan medali keduanya di Asian Games. Sebelumnya, ia meraih medali perunggu di nomor runabout limited. Saat itu ia mengungkapkan mesin jetskinya sempat mati sehingga performanya tak maksimal dan hanya meraih medali perunggu.
Aqsa lantas segera melupakan kegagalannya itu dan kembali termotivasi. Alhasil, adik kandung Aero Sutan Aswar itu mampu memperbaiki pencapaiannya dengan meraih emas. Raihan satu emas belum memenuhi target dari cabor jetski yang dibebankan dengan dua emas di Asian Games 2018 ini.
Sementara emas sebelumnya juga diraih Merah Putih dari cabang olahraga karate. Emas tersebut diraih Rifki Ardiansyah Arrosyid pada nomor kumite 60kg mengalahkan karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. Ini merupakan emas pertama di cabang olahraga karate untuk Indonesia di Asian Games 2018.
Sebelumnya, karate hanya mampu menyumbang dua perunggu yang didapatkan Ahmad Zigi Zaresta Yuda di nomor kata putra dan Cokorda Istri Agung Santistyarani di nomor kumite wanita -55kg. Raihan emas di Asian Games 2018 pada cabor karate ini merupakan emas ketiga Indonesia dalam sejarah ajang olahraga multicabang tersebut sejak Asian Games 2002 yang diraih Hasan Basri di kategori kumite 65kg. Emas pertama Indonesia pada Asian Games di cabor tersebut diraih pada 1998 yang ditorehkan Arif Taufan Syamsuddin di kategori kumite kelas -60kg. (cnc)