Salah satu kesiapan setiap sekolah yakni harus dipastikan semua guru-guru sudah di suntik vaksin 100 persen. Sebab pihaknya tergantung distribusi stok vaksin dari pusat ke daerah. "Jadi berapa pun stok yang didrop pasti kami akan melakukan vaksin utamanya bagi tenaga pengajar atau guru yang menjadi skala perioritas," sebutnya.
Maka itu, pihaknya tidak bisa memastikan penyuntikan vaksin bagi guru bisa tuntas secara menyeluruh hingga Juli mendatang karena keterbatasan jumlah stok yang ada. Namun pihaknya terus mengupayakan agar sebelum PTM benar-benar diberlakukan semua guru sudah dapat disuntik vaksin.
"Perkiraan sekiter 80 persen guru khususnya Sangatta Utara sudah melakukan suntik vaksin. Kami atur jadwalnya karena stok terbatas. Jangan sampai sudah melakukan suntik pertama lalu waktunya tahap suntik berikutnya stok malah habis," ungkapnya.
Sebelumnya, Kadisdik, Roma Malau menuturkan bahwa salah satu pesyaratan wajib dalam menyelenggarakan PTM semua guru dalam lingkungan sekolah harus 100 persen di vaksin. "Memang menjadi syarat mutlak suntik vaksin semua tenaga pendidik didalam lingkungan sekolah," sebutnya.
Memang hingga saat ini belum semua guru yang ada di Kutim mendapatkan vaksin Covid-19 karena menyesuaikan ketersediaan stok dari dinas Kesehatan. Meski jarak tempuh antar sekolah sulit terjangkau sehingga untuk mendapatkan vaksin bertahap.
Karena jumlah vaksin yang datang secara bertahap. "Kalau tidak sesuai target suntik vaksin bagi guru namun sudah ada edaran diperbolehkan maka akan dilakukan PTM terbatas," tukasnya.[]
Penulis: */Zulhamri
Editor : Rusdi