Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar Fida Hurasani menyatakan, laporan masuk pukul 12.03 WITA. Cuaca panas ekstrem memicu munculnya titik api pada vegetasi kering hingga menyebar cepat. "Cuaca panas membuat vegetasi sangat kering dan api mudah menyebar dekat permukiman warga," ujar Fida dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (13/7/2026).
Disdamkar Matan langsung mengerahkan personel Regu satu, dua dan tiga Kecamatan Sangasanga. Operasi ini didukung satu unit Firedome, mobil water supply Redkar Kota Juang Sangasanga serta unit suplai air PT GSM.
Proses pemadaman berlangsung dramatis selama hampir empat jam akibat kendala titik air nihil di sekitar lokasi kejadian. Akses terjal menuju pusat kobaran api, angin kencang yang mempercepat rambatan api. "Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 15.50 WITA," sebut Fida.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang terdampak. Insiden ini harus menjadi peringatan keras. Disdamkar Matan Kukar bersama BPBD Kaltim mengeluarkan larangan dan imbauan demi mencegah bencana serupa.
Warga dilarang membakar lahan untuk pertanian atau perkebunan. Kemudian, tidak membakar sampah secara terbuka di sekitar rumah, mengundari membuang puntung rokok sembarangan di area kering serta segera laporkan kepada petugas pemadam di wilayahnya masing-masing jika melihat kemunculan titik api kecil.
"Kami harap dapat mematuhi peraturan ini demi keselamatan bersama," tutup Fida.
Editor: Aspian Nur