Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi alumni sekaligus merumuskan arah organisasi agar semakin berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ketua PC IKA PMII Kutai Kartanegara Upa Permana menjelaskan, muscab bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi untuk menyusun arah gerak organisasi yang lebih adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah.
Alumni PMII harus mampu mengambil peran nyata melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan. Selama ini, kata dia, kader dan alumni PMII telah memberikan kontribusi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, hingga penguatan kehidupan keagamaan.
“Tantangan pembangunan semakin kompleks. Karena itu sinergi antara organisasi masyarakat, alumni PMII, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk melahirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Upa dalam sambutannya dihadapan seluruh peserta.
Wakil Ketua I DPRD Kukar Abdul Rasid pada kesempatan itu memberi apresiasi terhadap eksistensi PMII sebagai organisasi yang telah banyak melahirkan kader-kader intelektual dan pemimpin daerah.
IKA PMII diharapkan dapat terus memberikan gagasan, kritik konstruktif, dan masukan kepada DPRD maupun pemerintah daerah demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di Kutai Kartanegara.
“Meski kondisi saat ini penuh tantangan, justru dari situ lahir kreativitas dan inovasi. DPRD selalu terbuka menerima saran dan masukan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk IKA PMII,” ucap Rasid.
Sementara Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengajak seluruh alumni PMII untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam membangun daerah.
Menurutnya, jaringan alumni PMII yang tersebar di berbagai bidang merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan Kutai Kartanegara. “Kami berharap alumni PMII terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pemerintah daerah sangat terbuka untuk berkolaborasi demi mewujudkan Kutai Kartanegara yang semakin maju,” ujar Aulia.
Muscab V IKA PMII Kukar diharapkan menjadi momentum lahirnya kepengurusan yang mampu memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus menjaga nilai-nilai intelektualitas, keislaman, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Aulia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah kebersamaan.
Menurutnya, menjaga stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog dan musyawarah.
“Kalau semua solid dan bergerak bersama, masyarakat akan merasakan manfaat dari pembangunan. Jangan sampai perbedaan justru menimbulkan kericuhan yang menghambat kemajuan daerah,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur