Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar Sunggono, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letda Arm Ridwan Maulana dari Kodim 0906/Kukar, dan Perwira Upacara dijabat Kasubag Bin Ops Polres Kukar, AKP Ristio.
Turut hadir sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolsek Tenggarong AKP Achmad Hanifi, Danramil Kenohan Kapten Inf Ali Ahmad, Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Kukar Carlon Romulo Lumbanbatu, Wakil Ketua III DPRD Kukar Aini Faridah, serta para kepala OPD.
Peserta upacara terdiri dari personel Kodim 0906/Kukar, Polres Kukar, Satpol PP, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, ASN, Paskibraka, serta pelajar dari SMAN 2 Tenggarong dan SPN 9 Tenggarong.
Sunggono Kl membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ucap Sunggono.
Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
Selain itu, generasi muda diingatkan agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan tidak hanya sebatas simbol atau teks sejarah. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kukar tahun ini menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai dasar bangsa harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ditengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam memperkuat persatuan nasional sekaligus menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia,” tutup Sunggono.
Editor: Aspian Nur