Kondisi tersebut terjadi imbas dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar Fathul Alamin mengatakan, tahun ini pemkab menyiapkan 72 ekor sapi kurban, lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 150 ekor.
“Tahun ini total 72 ekor, menurun dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai 150 ekor. Kami memahami tentu ini imbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang memang harus patuh kita jalankan,” kata Fathul kepada Korankaltim.com, Senin (1/6/2026).
Meski jumlah hewan kurban yang disalurkan pemerintah berkurang, pelaksanaan ibadah kurban ditengah masyarakat tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari aktivitas penjualan hewan kurban yang masih berjalan cukup baik menjelang Hari Raya Iduladha.
Seorang peternak dan penjual sapi kurban di kawasan Tenggarong Saparuddin mengungkapkan, penjualan sapi kurban tahun ini justru mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun lalu.
“Kalau tahun lalu kami bisa menjual sekitar 147 ekor sapi, tahun ini mencapai 151 ekor sapi. Kami memang tidak begitu merasakan dampaknya karena kami berada di posisi penjual. Mungkin berbeda kalau dari sisi pemerintahan,” sebut Saparuddin.
Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih memang memengaruhi daya beli sebagian masyarakat. Keluhan terkait keterbatasan ekonomi masih kerap disampaikan calon pembeli. Namun demikian, semangat masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban tetap sangat besar.
“Memang ada keluhan dari masyarakat karena kondisi ekonomi saat ini yang sedang kurang mendukung. Namun luar biasa, semangat dan niatan untuk berkurban tetap sangat besar demi meraih pahala dan ridha Allah,” ucapnya.
Beberapa tokoh daerah juga turut membeli hewan kurban dari peternaknya pada tahun ini.
“Tahun Alhamdulillah bupati dan ketua DPRD membeli sapi kurban dari kami,” tambahnya.
Fenomena tersebut menunjukkan ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para peternak lokal. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, semangat berbagi melalui kurban tetap menjadi tradisi yang terus terjaga di Kukar.
“Dengan tingginya partisipasi masyarakat, momentum Iduladha diharapkan dapat semakin memperkuat nilai kepedulian sosial, gotong royong, serta memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha peternakan lokal di daerah, kami dari pemerintah akan mengupayakan semoga tahun depan bisa lebih maksimal lagi dukungan pemerintah dalam momen perayaan Iduladha kepada masyarakat,” harap Fathul.
Editor: Aspian Nur